Keluarga ‘Sebel’, Swab Test Kontak Erat PDP-140 Dijadwal Ulang

0
436
Gede Suyasa

BULELENG – Lantaran keluarga almarhum PDP-140 masih dalam kondisi berduka atau ‘sebel’, pelaksanaan rapid dan swab test sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 terpaksa di jadwal ulang.

Selain untuk menjaga kondusifitas dan pertimbangan kemanusiaan, penjadwalan ulang rapid dan swab test terhadap 34 hasil tracing Tim Medis  Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng juga dilakukan agar mendapatkan hasil yang maksimal.”Karena keluarga masih dalam keadaan berduka, istilah balinya sebel, maka pelaksanaan rapid dan swab test terhadap hasil tracing PDP-140 dijadwal ulang,” tandas Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Selasa (21/7/2020) saat menggeber data perkembangan terkini penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng.

Kondisi duka atau ‘sebel’, kata Suyasa yang juga menjabat Sekda Kabupaten Buleleng ini, biasanya selama tiga hari. “Dengan mempertimbangkan rasa kemanusiaan, tanpa mengabaikan protokol Covid-19 yang harus dilakukan untuk mencegah penularan Pandemi Covid-19 yang lebih luas, baik dilingkungan keluarga PDP-140 dan sekitarnya, termasuk pada warga yang terlibat langsung dalam penguburan jenasah, mengingat saat dilakukan penguburan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), segera dilakukan setelah tiga hari masa berduka keluarga PDP-140,” tegasnya.

Karena, tracing, rapid dan swab test terhadap pihak yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 wajib dilakukan sesuai protokol penanganan Pandemi Covid-19 sehingga penularan virus corona yang belum ada obatnya ini dapat diminimalisir.

Terkait data terkini penanganan Pandemi Covid-19, Suyasa yang tidak menampik adanya satu pasien Covid-19 asal Buleleng juga meninggal dunia namun sejak awal dirawat GTPP Bali memaparkan, jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi sampai dengan Selasa (21/7/2020) adalah 120 orang. Dengan rincian 106 orang sembuh,  13 orang dirawat RSP Giri Emas dan 1 orang meninggal dunia. Jumlah kumulatif Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 127 orang dengan rincian 115 selesai masa pantau, 1 orang masih dipantau dan 11 ODP terkonfirmasi. Sementara Orang Tanpa Gejala (OTG) kumulatif sebanyak 2.382 orang, dengan rincian 1.933 sudah selesai masa pantau, 352 karantina mandiri, 1 dirawat di RSP Giri Emas dan 97 OTG terkonfirmasi. “Pemantauan terhadap pelaku perjalanan dari negara terjangkit atau wilayah transmisi lokal (tanpa gejala), jumlah kumulatif sebanyak 4.206 orang,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here