Garap Buah Buleleng, Distan Luncurkan ‘Peken Protani’

0
232
Bupati Buleleng Agus Suradnyana apresiasi Program Protani Distan Buleleng

BULELENG – Selain melakukan intesifikasi, upaya menggenjot produksi buah-buahan juga dilakukan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng melalui ekstensifikasi dan pemutakhiran kualitas serta pemasaran. Pemuktahiran kualitas dilakukan melalui pembanguan ‘cool room’ bekerjasama dengan Perusahaan Daerah (PD) Swatantra, sementara untuk pemasaran dilakukan pemanfataan teknologi informasi media sosial.

“Kami luncurkan program Peken Protani, Peken online yang pro, berpihak pada para petani, khususnya petani buah di Kabupaten Buleleng untuk memasarkan produksi buah yang dimiliki secara online,” tandas Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Buleleng, I Made Sumiartha, Selasa (21/7/2020) usai memaparkan program kreatif sektor pertanian pada masa Pandemi Covid-19 kepada Kadis Pertanian se-Bali di Denpasar.

Program ‘Peken Protani’ ini, kata Sumiartha, merupakan salah satu implementasi dari Pergub Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali dan Instruksi Bupati Buleleng terkait Gerakan Penggunaan Buah Lokal oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Buleleng. “Program Peken Pro Tani, melalui whatsapp grup untuk memesan produk-produk pertanian lokal Buleleng juga akan dikembangkan pada tatanan desa adat di Kabupaten Buleleng,” tandasnya.

Sementara ini,  program Peken Pro Tani yang dilounching Jumat (17/7/2020) baru bisa melayani ASN pada SKPD seputaran Kota Singaraja. “Kami buka Senin, Rabu, Jumat. Kami sediakan pula katalog di whatsapp grup tersebut tergantung stok yang tersedia dari petani. Nanti dipilih disana dan langsung dipesan,” ungkapnya.

Kadistan Buleleng I Made Sumiarta geber program Peken Protani

Menyikapi terobosan yang dilakukan Distan, selain mengapresiasi Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana juga meminta Distan Buleleng agar melakukan peningkatan kualitas buah segar di Kabupaten Buleleng. “Saat ini kita fokus pada produksi buah segar dulu. Jangan dulu berpikir ke pengolahan berikutnya. Kita di buah segar dulu. Ini jangka pendek,” tegasnya.

Jika pasar terjaga, kata Suradnyana otomatis petani akan terus mempertahankan kualitas dari buah yang dihasilkan. “Distan harus mulai mencari hal-hal yang bersifat pemeliharaan. Menambah kapasitas produksi dari petani dan menjaga kualitas produk yang dihasilkan,” tandas Bupati Suradnyana seraya mengajak seluruh ASN yang ada di Kabupaten Bulekeng untuk memanfaatkan produk pertanian lokal Buleleng. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here