Kantor Bupati Klungkung Banyak Tikus, Drainase Rawan Jadi Tempat Sarang Nyamuk

0
236
Pegawai Pemkab Klungkung membersihkan drainase yang rawan menjadi lokasi sarang nyamuk

KLUNGKUNG- Di tengah perhatian Pemkab Klungkung focus tertuju pada penanganan pandemi Covid-19, kebersihan dan kenyamanan lingkungan Kantor Bupati Klungkung tidak boleh terabaikan.

Apalagi, kata Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Klungkung I Made Sumiarta, selama ini kantor bupati banyak tikus. Tikus sampai masuk ke ruangan, tidak saja memunculkan bau kencingnya tidak sedap, tikus liar itu merusak dokumen penting yang tersimpan di ruangan. Untuk mengusir keberadaan tikus di lingkungan Kantor Bupati Klungkung, di beberapa titik sudah dipasangi alat penangkat tikus. Alat terbuat dari potongan pipa itu ditempel pada tembok dan didalamnya diisi umpan dan racun padat berbentuk mirib sabun dengan potongan kecil. “Selama ini memang banyak tikus, sampai masuk ke ruangan, makanya dipasangi alat penangkat. Di dalam nya ada umpannya dan racun,” tandas Sumiarta, Selasa (14/7).

Disingung draienase di sejumlah tempat di lingkungan Kantor Bupati Klungkung banyak air menggenang dan rawan menjadi lokasi sarang nyamuk ? Sumiarta, pejabat asal Nusa Penida langsung meresponnya. Ia bersama sejumlah stafnya langsung turun mengecek lokasi drainase yang airnya masih menggenang. Salah satunya, dibelakang ruangan Bagian Umum, tampak air menggenang. Demikian pula di depan Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM, persisnya di samping ruang press room dan di depan ruang press room.

Sumiarta langsung menugaskan stafnya memberishkan lumpur yang membuat air tidak mengalir lancar. Menurut Sumiarta, struktur drainase di belakang ruangan Bagian Umum ada masalah. “ Strukturnya yang dari utara agak rendah ke selatan. Yang dari selatan rendahnya ke utara, ditengah ada saluran pembuangan menuju ke timur. Tapi drainase yang menjadi pembuangan ( ke timur) saat ada proyek ternyata ditutup. Solusinya, harus dibuat sodetan agar air bisa mengalir ke selatan,” tandas Sumiarta.

Kata dia , karena drainase jarang dibersihkan dan jarang turun hujan menyebabkan lumpur mengendap sehingga ketika terjadi hujan, aliran air menjadi tidak lancar. “Kedepannya memang perlu penanganan rutin, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” demikian pria asal Nusa Penida yang belum genap dua bulan menjabat sebagai Kepala Bagian Umum ini. (yan)        

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here