BulelengHukumPeristiwa

Trek-trekan , Sebelas Pemotor Diamankan

BULELENG – Lantaran terlibat aksi trek-trekan dijalanan raya, belasan oknum pemuda terpaksa diamankan ke Markas Kepolisian (Mako) Polres Buleleng. Selain mengganggu ketertiban berlalulintas di jalan raya, tindakan tegas berupa pengamanan juga dilakukan karena aksi trek-trekan yang digelar pada Minggu (21/6/2020) dinihari pukul 02.15 WITA, mengganggu warga disekitar lokasi.

“Penindakan tegas terhadap aksi trek-trekan motor yang dilakukan oleh oknum pemuda, menggangu ketertiban umum dan warga disekitar lokasi, Jalan Raya Singaraja-Pemaron” ungkap Kasatsabara Polres Buleleng, AKP Nengah Muliadi, Minggu (21/6/2020) pagi usai memberi pengarahan dan briefing terhadap 11 remaja pelaku trek-trekan di Mapolres Buleleng.

Mantan Kapolsek Busungbiu ini memaparkan, penindakan tegas terhadap pelaku trek-trekan dijalan raya, terlebih pada masa Pendemi Covid-19, dilakukan berdasarkan laporan warga masyarakat. “Setelah melakukan pengecekan dan benar ada aksi trek-trekan, Tim Patroli Satsabara Polres Buleleng langsung ke lokasi. Selain menghentikan aksi trek-trekan, Tim Patroli Satsabara juga mengamankan 11 orang pemotor yang kebanyakan berusia dibawah umur dan 7 unit sepeda motor yang digunakan trek-trekan di Jalan Raya Singaraja-Pemaron,” jelasnya.

Selain membahayakan diri sendiri dan mengganggu pengguna jalan yang lain, aksi trek-trekan yang digelar ini juga mengganggu warga sekitar lokasi yang sedang beristirahat.

Terhadap pelaku, kata Muliadi, selain diberikan pembinaan, arahan agar tidak mengulangi perbuatannya juga di ingatkan tentang masa Pandemi Covid-19 yang harus diwaspadai sehingga tidak terjangkit. “Karena pelaku dari aksi trek-trekan ini sebagian besar adalah anak belum dewasa, maka kami menghubungi orangtuanya, diberitahu terkait penindakan yang dilakukan, sekaligus untuk menjemput anaknya di Mapolres Buleleng,” tandas Muliadi.

Pihaknya juga mengajak dan mengimbau orangtua untuk lebih memperhatikan, menjaga dan mengawasi aktifitas anaknya. Sehingga tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. “Seharusnya anak-anak itu sudah tidur dirumah, lebih baik dirumah saja agar tidak terjangkit virus corona,” pungkasnya.(kar)

Back to top button