HeadlinePeristiwaPolitikTabananTerkini

Anggaran Konsentrasi untuk Covid-19, Pembahasan Bansos Deadlock

TABANAN – Badan Anggaran DPRD Tabanan kembali menggelar rapat kerja dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan agenda membahas soal hibah atau bantuan sosial kepada masyarakat, Jumat (19/6/2020). Sayang,  rapat tersebut belum  ada titik temu alias deadlock.

Dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Tabanan sekaligus ketua Banggar I Made Dirga merupakan lanjutan rapat yang telah digelar 11 Juni lalu juga membahas tentang pencairan hibah/bansos. Dalam rapat tersebut kembali Dirga mempertanyakan soal  penganggaran belanja hibah   tahun anggaran 2020 yang sampai kini belum ada pencairan. “Untuk pelaksanaan belanja hibah  masyarakat, kami ingin penjelasan bagaimana postingannya dan administrasinya, mohon dijelaskan agar kami di Banggar faham  termasuk pelaksanaan penganggaran belanja hibah tersebut,  mengingat perkembangan Covid-19 di Tabanan ini,” pinta Dirga mengawali rapat kerja.

Anggota banggar yang juga ketua fraksi PDIP I Nyoman Arnawa,  menilia rapat tidak ada perkmebnagan signifikan terkait masalah pencairan hibah/ Bansos. “Saya nilai   rapat sampai  saat ini  masih  stagnan. Dimana tidak ada niat dan  rasa dalam membantu masyarakat tabanan. Eksekutif ikut berpolitik dengan memanfaatkan situasi sekarang ini. Bagaimana menyeimbangkan pelaksanaan belanja hibah dari 2018 tidak bisa dicairkan sampai saat ini,” sergahnya.

BACA JUGA:  'Gila' Kelola Sampah, Komang Ani Sugiani Raih Anugrah Kalpataru 2024

Anggota lain yang juga ketua Komisi II, I Wayan Lara mengatakan, ada  tanggung jawab yang sama antara  eksekutif dan legislatif untuk memperhatikan kepentingan masyarakat. Dalam pelaksanaan belanja untuk masyarakat hendkanya juga  bisa direalisasikan. “Yang perlu saya digariskan dari eksekutif bahwa harus ada niat eksekutif dalam menganggarkan hibah masyarakat ini dan segera direalisasikan dalam masa pandemi ini,” pintanya.

Sementara  Wayan  ‘Gading’ Sudiana menyatakan, harus ada intergrasi dan kolaborasi dari eksekutif dan legislative untuk mencari titik temu maslah hibah/Bansos ini. “Kami sangat berharap adanya inovasi kerjasama kita merealisasikan janji kita ke masyarakat yang sudah lama ini,” tandasnya.  

Sementara Ketua TAPD yang juga Sekda I Gede Susila  masih menjelaskan tentang penanganan Covid-19. “Berdasarkan hasil rapat  11 Juni 2020 lalu,  kami TAPD sudah melaksanakan raker, kami sepakat membiayai belanja-belanja dengan skala prioritas,” tandasnya.

Dikatakan, pembiayaan yang sangat prioritas  adalah untuk  pelaksanaan Pemilukada. Selain itu  penangganan pembiayaan daerah masih  dipriorotaskan untuk Covid-19. “Kami  masih berkutat diranah itu. Kami  menunggu rujukan baru atas perubahan pembiayaan dan penganggaran untuk belanja hibah masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:  Koalisi Nawasena di Klungkung Terancam Pincang

Berdasarkan adanya surat edaran dari Mendagri terkait Pemilukada,  tambahan anggaran   untuk penyelenggara Pemilukada untuk  KPU juga  belum bisa dipenuhi. “Kami harapkan dengan new normal pendapatan Pemda  kedepan bisa meningkat,” harapnya.

Sementara Kepala Bakeuda I Dewa Ayu Sri Budiarti menjelaskan posisi anggaran atau APBD tahun 2020 sudah melaksanakan pergeseran 4 kali. Total anggaran  berkurang  Rp 438 Milyar lebih disebabkan salah satunya penuruna target PAD Rp 110 Milyar menjadi Rp 340 milyar lebih. “Berdasarkan surat edaran Mendagri Nomor  40 tahun 2020, Pemda wajib menyediakan anggaran untuk pelaksanaan Pemilukada dan Tabanan sudah menyediakan sesuai kesepakatan  diangka Rp 25,7 Milyar,” jelasnya.

Rapat tersebut membahas soal hibah/Bansos akhirnya deadlock dan tidak ada perkembangan soal anggaran . Made Dirga menyadari  dengan adanya pandemi Covid-19 yang tidak jelas  berakhirnya. Tentu kondisi ini  memerlukan anggaran yang cukup besar. Bahkan Tabanan juga belum mampu menyiapkan anggaran  penanganan Covid-19 yang bisa mencapai ratusan milyar. “Kami menyadari kondisi keuangan daerah saat ini dikonsentrasikan untuk penanganan Covid-19, tetapi kami berharap ada kebijakan soal hibah /Bansos karena ini juga untuk kepentingan masyarakat,” ungkap usai memimpin rapat. (jon)  

Back to top button