Persempit Penyebaran Covid-19, Pimpinan OPD Wajib Pantau WFO

0
692

BULELENG – Belum stabilnya penambahan dan pengurangan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mendapatkan perhatian Pemkab Buleleng. Selain penanganan medis di RSP Giri Emas dan RSUP Sanglah, Pemkab Buleleng melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempersempit penyebaran Covid-19 di Kabupaten Buleleng.

”Selain pemenuhan kewajiban pelayanan publik, pelaksanaan Work From Office (WFO) mulai hari ini, Jumat (5/6/2020) juga diharapkan dapat mempersempit penyebaran Covid-19 yang masih terjadi,” Sekretaris GTP2 CovTerid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Jumat (5/6/2020) saat menggeber perkembangan penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng.


Penerapan sistem kerja baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkab Buleleng, kata Suyasa yang juga Sekda Kabupaten Buleleng wajib dilaksanakan dan ditaati seluruh ASN. “Penerapan sistem Work From Office (WFO) mulai hari ini juga harus dipantau pelaksanaannya dan dipertanggungjawabkan masing-masing pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” tegasnya.

Sesuai dengan Surat Edaran Bupati Buleleng tentang sistem kerja baru, pimpinan OPD diminta agar melaksanakan secara teliti, hati-hati dan waspada. “Sehingga bisa memantau semua gerakan atau interaksi yang dilakukan oleh seluruh ASN, khususnya pada masing-masing unit kerja, sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran Covid-19,” terangnya.


Melalui WFO, pimpinan OPD tidak hanya mensosialisasikan tapi juga sekaligus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dari setiap ASN yang dipimpinnya pada masing-masing unit kerja. Salah satunya dengan penyiapan sarana prasarana tempat cuci tangan, hand sanitazer, penggunaan masker dan penyemprotan disinfektan pada areal kantor harus dilakukan secara berkala. “Pemakaian masker untuk seluruh ASN dan juga pengunjung kantor menjadi sebuah keharusan, bagian terpenting dari protokol kesehatan yang harus dilakukan. Mari bersama melakukan hal tersebut dengan kesadaran yang tinggi,” tandas Suyasa sembari mengajak warga masyarakat untuk tetap waspada dan terus menjelankan protokol kesehatan dengan disiplin tinggi.


Sementara terkait perkembangan terkini penanganan Covid-19 di Kabupaten Buleleng, Suyasa memaparkan selain penambahan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Terkonfirmasi, juga terdapat PDP Terkonfirmasi yang dinyatakan sembuh pada Jumat (5/6/2020).”PDP Terkonfirmasi dengan kode PDP-86, merupakan hasil tracing dari PDP-80. “Tetangga dari PDP-80 ini, hasil rapid testnya reaktif, kemudian ditest swab hasilnya positif sehingga dinyatakan sebagai PDP-86 Terkonfirmasi dan saat ini di rawat di RSP Giri Emas,” tegasnya.

Dilain pihak, RSP Giri Emas juga memulangkan PDP Terkonfirmasi yang sembuh. “PDP-76 dengan riwayat kontak erat dengan PDP-69 dinyatakan sembuh setalah hasil test swab dua kali berturutnya negatif,” jelasnya.


Dengan penambahan dan perngurangan PDP Terkonfirmasi tersebut, maka jumlah kumulatif PDP sampai dengan Jumat (5/6/2020) adalah 86 orang. Dengan rincian 12 orang negatif dan 73 orang PDP Terkonfirmasi atau positif. “Dari 73 PDP terkonfirmasi, 60 orang dinyatakan sembuh, 9 orang dirawat RSP Giri Emas dan 4 orang dirujuk ke Denpasar. Selain itu ada 7 PDP Terkonfirmasi positif yang masih dirawat di RSUP Sanglah,” imbuhnya.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) akumulatif sebanyak 1.295 orang, dengan rincian 1.128 sudah selesai masa pantau, 164 karantina mandiri, 3 karantina di RSP Giri Emas. “Pantauan pelaku perjalanan wilayah terjangkit atau wilayah transmisi lokal (tanpa gejala) akumulatif 3.504 orang, 3.374 sudah berakhir masa pantau dan 130 masih dalam pemantauan,” pungkasnya. (kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here