Seorang Bidan Positif Corona, Layanan Rawat Inap Puskesmas IV Densel Ditutup

0
288
Peta pesebaran Covid-19 di Kota Denpasar. Foto https://safecity.denpasarkota.go.id/id/covid19.

DENPASAR – Kasus Covid-19 di Denpasar Kembali mencuat. Teranyar, seorang bidan di Puskesmas 4 Denpasar Selatan  (Densel)  dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Bidan beralamat di Tabanan itu bertugas di ruang layanan rawat inap Puskesmas 4 di Pedungan, Densel. Kini, pelayanan rawat inap ditutup sementara. Selain itu, 50 orang terdiri dari dokter, perawat, bidan serta pegawai lain yang diduga kontak erat dengan pasien menjalani uji swab pertama dan dinyatakan negatif. Kendati demikian, mereka tetap dikarantina selama 14 hari.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan  Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar  Dewa Gede Rai yang dikonfirmasi WARTA BALI, Minggu (17/5/2020), membenarkan adanya seorang bidan terpapar Covid-19. “Di Puskesmas 4 Densel kan ada ruang rawat inap dan rawat jalan. Jadi, untuk sementara ruang rawat inap tidak melayani pasien. Sedangkan rawat jalan masih buka tapi kunjungan dibatasi,” ujarnya.

Disinggung darimana bidan bersangkutan bisa tertular,  Dewa Rai menegaskan, sampai saat ini belum diketahui pasti. Sebab, tim surveillance yang melakukan tracking dengan semua dokter, tenaga medis maupun pegawai dinyatakan negatif dari hasil uji swab. Bahkan,  pasien  terakhir yang sempat ditolong persalinan juga  negatif. “Kami sudah lakukan tes swab terhadap 50 orang yang diduga kuat pernah kontak dengan dengan bidan tersebut. Namun, hasil swab tes pertama hasilnya negatif. Termasuk sejumlah pasien yang pernah dirawat dan dibantu persalinannya oleh bidan bersangkutan juga hasil uji swab-nya negatif Covid-19,” tegasnya.

Hanya saja, kata Dewa Rai, berdadasarkan informasi bahwa bidan itu setiap hari  pulang pergi Tabanan -Denpasar. Pihak GTPP Covid-19 Denpasar sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Tabanan agar dilakukan tracking kepada pihak keluarganya. “Kami menduga tertularnya bukan dari Puskesmas tempatnya bekerja. Apa dari tempat tinggalnya atau pernah kontak dengan orang lain, masih ditelusuri lebih lanjut,” ungkapnya.

Saat ini,  pasien dikarantina di Bapelkesmas Provinsi Bali di Denpasar karena gejalanya ringan. Sementara untuk puluhan tenaga medis dan pegawai  dikarantina di rumah singgah yang disediakan Pemerintah Kota Denpasar dan nantinya akan dilakukan uji swab kedua. “Selama 10 hari ini akan dilakukan tes swab kembali karena memasuki masa inkubasi,” tandasnya.(sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here