
TABANAN – Kebakaran TPA Mandung membuat lokasi ini tidak lagi menerima kirim sampah sejak Sabtu (14/10/2023). Sampah di Tabanan maupun daerah lainnya akhirnya dikirim dan dibuang di lokasi bekas galian C di Desa Kelating. Namun hal ini memunculkan masalah baru.
Pantauan di lokasi, belasan truk penuh sampah parkir di jalur Desa kelating menunggu giliran diturunkan. Sampah di lokasi tersebut menumpuk, karena tidak ada alat berat untuk mendorong ke arah galian C.
Sementara alat yang ada hanya untuk menurunkan sampah dari truk. Akibatnya jalur tersebut menjadi macet dan sampah meluber di ke pinggir jalan.
Hal ini membuat tokoh masyarakat sempat sempat protes karena ketiadaan alat berat berat untuk mendorong sampah dari lokasi menurunkan menuju le lokasi galian C berupa lubang yang menganga setelah diambil batu padasnya.
Lokasi tersebut menjadi alternatif sementara untuk sampah yang ada saat ini. Mereka berharap agar pemkab segera menurunkan alat berat ke lokasi untuk mendorong sampah tersebut.
Kepala BPBD yang juga Sekda Tabanan I Gede Susila mengatakan, sudah menginstruksikan kepada Dinas PUPRPKP dan Asisten II untuk segera menggeser alat berat yang ada di TPA Mandung ke Kelating untuk penanganan sampah tersebut, agar segera bisa didorong sehingga tidak menumpuk di pinggir jalan.
“Saya sudah tugaskan asisten II dan Dinas PU untuk menggeser alat berat ke Kelating,” tegas Sekda Susila, Senin (16/10/2023) usai meninjau posko pengungsian di wantidalm Desa Kukuh, Kerambitan.
Pihaknya bersyukur dengan adanya lokasi sementara untuk membuang sampah,setelah TPA kebakaran.

Pihaknya sudah melakukan koordinasi baik dengan perbekel maupun tokoh adat dan tokoh masyarakat Kelating untuk sementara jadi lokasi pembuangan sampah.
“Syukur mereka mau membantu, ada alternatif dalam kondisi darurat seperti ini,” katanya. Sementara itu, antrian truk memanjang dan mengular menuju lokasi pembuangan sampah di Desa Kelating menjadi atensi Pemkab Tabanan.
Sekda Susila mengatakan, pihak Dinas Perhubungan sudah melakukan langkah mengalihkan sebagian truk dari arah Barat (Desa Tibubiu) sehingga tidak menumpuk di Desa Kelating.
“Sebagian truk sudah dialihkan dari arah barat ( Desa Tibubiu) untuk mengurangi antrian dan kekroditan lalu lintas,” sebutnya. (jon)








