
TABANAN – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi dan babi menjadi atensi virus Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabanan. Distan Tabanan kini menggencarkan vaksinasi PMK terutama pada ternak sapi dengan target minimal 80 persen dari total populasi sapi yang ada.
Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan terus mengambil langkah proaktif dalam percepatan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, terutama sapi dan babi. Khusus untuk sapi, data terakhir capaian vaksinasi sudah diangka 50,9 persen atau 19.400 ekor dari total populasi sapi 38.729 ekor. Angka ini masih akan digenjot untuk bisa mencapai capaian 80 persen di bulan Desember.
Kepala bidang peternakan dan kesehatan hewan Dinas Pertanian kabupaten Tabanan l drh.Gede Eka Parta Ariana mengatakan, percepatan vaksinasi ini adalah bentuk komitmen kuat pemerintah daerah untuk melindungi ternak lokal dari penyakit PMK yang dapat merugikan peternakan.
“Kami berupaya memastikan semua sapi dan babi di Tabanan mendapatkan perlindungan melalui vaksinasi PMK, dalam menjaga kesehatan hewan ternak dan menjaga ekonomi petani lokal,” kata Eka Partha Ariana, Minggu (1/10/2023).
Dari data yang ada kata drh Eka Partha, populasi sapi di Tabanan sebanyak 38.729 ekor. Dari jumlah tersebut sebanyak 19.4009 ekor atau 50,9 persen sudah divaksin PMK. Sementara untuk ternak babi yang telah tervaksin sebanyak 15.137 ekor dari total populasi babi 44.304 ekor. Kini petugas di bidang Peternakan dan Kesehatan hewan kini terus menggenjot vaksinasi agar bisa mencapai target 80 persen dari total populasi sapi dan babi yang ada di Tabanan.
“Fokus vaksinasi sebenarnya lebih ke ternak sapi, kalau sudah dirasa melebihi baru digeser ke babi. Dan untuk vaksinasi sapi tidak hanya vaksinasi tahap I namun juga sudah ada vaksinasi dosis II (10.815 ekor) serta booster (2.539 ekor), kalau pada babi baru dosis 1 saja,” jelasnya.
Terkait dengan percepatan vaksinasi PMK ini, ketersediaan akan vaksin diakuinya sangat cukup. PIhaknya rutin mengamprah ke provinsi ketika stok vaksin sedikit.
“Stok vaksin aman, tersedia banyak tinggal minta ke provinsi, kalau di kabupaten tidak kami stok karena terbatas tempat penyimpanannya. Tapi kami juga mengedepankan sosialisasi ke masyarakat,” pungkasnya. (jon)








