
KUTSEL – Meru Tumpang Tiga di Pura Luhur Uluwatu yang sebelumnya terbakar disambar petir, kini telah tuntas diperbaiki. Perbaikan tersebut kemudian dilanjutkan dengan prosesi upacara Pamelaspasan yang dilaksanakan pada Jumat (28/7/2023) lalu.
Pamelaspasan diawali dengan Pecaruan yang dipusatkan di Madya Mandala. Kemudian dilanjutkan dengan Mendem Pedagingan oleh Kapolda Bali Irjen Pol Ida Bagus Kd Putra Narendra SIK MSi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa, Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Panglingsir Puri Agung Jrokuta AA Ngurah Jaka Pratidnya, dan Bendesa Adat Pecatu Made Sumerta.
Pada kesempatan itu pula, mewakili Bupati Badung, Sekda Adi Arnawa menyerahkan bantuan dari BPBD Badung senilai Rp 427.000.000 dan bantuan dari Dinas Kebudayaan Badung senilai Rp 700.000.000.
“Ini sebagai wujud bakti kita, khususnya dari Pemkab Badung kepada Ida Batara yang malinggih di Pura Luhur Uluwatu,” sebutnya.
Terpisah, Panglingsir Puri Agung Jrokuta, AA Ngurah Jaka Pratidnya mengaku sangat bersyukur atas lancarnya pelaksanaan upacara. Termasuk juga terhadap lancarnya tahapan-tahapan yang sudah dijalani kaitan dengan proses perbaikan pasca tersambar petir.
“Upacara ini dipuput oleh Ida Bagawanta Puri, Ida Pedanda Sri Arimbawa, Ida Pedanda Badung, sebagai Darma Gosana Badung, dan Ida Pedanda Budha dari Karangasem,” bebernya sembari berharap pelaksanaan Pamelaspasan tersebut dapat memberikan vibrasi positif terhadap Bali, termasuk dalam hal perkembangan pariwisatanya.
Sementara itu, Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta menambahkan, setelah Pamelaspasan, maka seluruh pemedek dapat melaksanakan persembahyangan di Utama Mandala.
Tidak seperti sebelumnya ketika perbaikan dilakukan, dimana persembahyangan dibatasi pada Madya Mandala. (adi/jon)








