
TABANAN – DTW Bedugul yang lama mangkrak akan dihidupkan kembali. Pemkab Tabanan kini tengah mendesain ulang kawasan yang dulu jadi primadona di kawasan Danau Beratan Bedugul ini.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan AA Ngurah Satria Tenaya dikonfirmasi usai rapat paripurna DPRD Tabanan mengungkapkan , Bawah Pemkab Tabanan akan kembali menghidupkan DTW Bedugul, yang lama mangkrak tersebut. Sebagai langkah awal, pihaknya melakukan desain ulang untuk penataan kawasan tersebut , sehingga menjadi DTW yang layak untuk dikunjungi.
“Ya akan dihidupkan kembali, sedang dibuat grand design yang baru untuk penataan kawasan DTW Bedugul tersebut,” ungkap Satria Tenaya, Senin (12/6/2023).
Grand design tersebut kini sedang dibuat untuk gambaran dalam penataan kawasan yang sebelumnya pernah dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Di kawasan tersebut dibagi jadi empat zone yakni parkir atas dan bawah, tempat pariwisata dengan penunjangkan serta serta akan didirikan Patung Dewi Danu. Satu lagi yang tetap dipertahankan dan difungsikan yakni menara pandang.
“Grand Design-nya dikerjakan tahun ini dan diharapkan segera dapat dilaksanakan,” ucapnya.
Ditanya soal pengelolaan, mantan Asisten I Setda ini mengaku belum mengetahui, karena masih tahap desain ulang. Namun menurut dia, agar pengelolaan lebih profesional biasanya dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
“Soal pengelolaan belum diketahui, akan lebih baik dikerjasamakan dengan pihak ketiga agar lebih profesional,” ucapnya.
Diharapkan dengan nanti setelah dibangun kembali dan dikelola secara profesional, akan mampu mendatangkan wisatawan yang berujung pada peningkatan pendapatan asli daerah.
“Harapannya seperti itu (meningkatkan PAD), tapi kini baru pembuatan desain, tunggu saja,” ucapanya.
Mantan Camat Penebel ini menambahkan, terkait perkembangan wisatawan di Tabanan, dia menyebutkan kalau sudah meningkat sekitar 40 persen. Hal tersebut berdasarkan data dari tiga DTW utama yakni Ulun Danu, Jatiluwih dan Tanah Lot.
“Sekarang sudah meningkat sekitar 40 persen, mudah-mudahan segera kembali normal,” pungkasnya. (jon)








