
TABANAN – Hujan deras disertai angin cukup kencang menyebabkan bencana alam. Sebuah pohon kelapa yang berusia seratus tahun di Banjar Pande, Desa Tajen, Penebel menimpa rumah milik I gusti Putu Nadi (76). Akibatnya rumah korban hancur dan kerugian sekitar Rp 50 Juta.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Gede Adi Ambara ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Dijelaskan, peristiwa pohon tumbang terjadi sekitar pukul 01.00 Wita. Saat itu wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang.
Sebelum kejadian, korban Gusti Putu Nadi bersama istri I Gusti Ayu Ketut jati (74) sedang menonton televisi sekitar pukul 19.00 Wita di kamar. Sekitar pukul 22.00 Wita korban mendapat firasat tidak enak, kemudian memutuskan untuk pindah ke rumah di bagian selatan yang menyatu dengan dapur.
Ternyata firasatnya benar. Rabu dinihari sekitar pukul 01.00 Wita korban mendengar ada suara roboh dan ambruk. Setelah itu korban keluar dan melihat rumah tempat tinggalnya sudah ditimpa pohon kelapa yang berada sekitar 20 meter di sebelah utara rumah korban. Melihat kejadian tersebut korban meminta pertolongan ke tetangga rumah.
Kejadian tersebut dilaporkan ke Kepala Kewilayahan Banjar Tajen Pande dan dilanjutkan ke BPBD dan polisi. Petugas dari TRC BPBD Tabanan langsung turun ke lokasi ketika mendapat laporan Rabu pagi. Pembersihan pohon tumbang jenis Kelapa yang menimpa rumah milik korban yang juga ditinggali anaknya I Gusti Putu Puriartha (54). Pohon yang tumbang merusak seluruh bagian rumah. Kerugian material diperkirakan Rp 50 Juta.
Pada hari yang sama petugas dari jajaran Polsek penebel juga turun ke lokasi melakukan penyelidikan. Pohon kelapa yang tumbang dan menimpa rumah korban sudah dibersihkan. Sementara kondisi rumah korban hancur. (jon)








