
TABANAN – Tabanan dikenal memiliki banyak sumber mata air yang menjadi bahan baku air bersih bagai 61 ribu lebih rumah tangga serta perusahaan yang ada. Meski demikian, di beberapa wilayah saat musim kemarau tiba, terjadi krisis air akibat pengurangan debit air. Hal ini yang berupaya diantisipasi Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan.
Kabag Langgana I Made Sudiana didampingi Kasubag Humas Wayan Agus Suanjaya mengaku pihaknya memberikan perhatian kemungkinan terjadi krisis air akibat musim kemarau berkepanjangan. Hal terburuk jika ini memang terjadi khususnya di kabupaten Tabanan, tentu akan terjadi penurunan 5 persen dari jumlah produksi, namun dipastikan tidak signifikan berpengaruh pada layanan.
“Mudah mudahan tidak sampai terjadi, karena saat ini kami masih bisa melayani pelanggan dengan baik. Apalagi beberapa hari di daerah utara masih ada hujan meski tidak lebat, kalaupun ada pengurangan debit tidak lebih dari lima persen,”terangnya, Senin (5/6/2023).
Dikatakan, dari pemetaan yang dilakukan, sejumlah daerah yang diprediksi sangat rawan gangguan layanan saat kemarau panjang seperti di mata air Mekori di Pupuan tepatnya mengaliri daerah Desa Belimbing dengan total pelanggan 1189 SR. Selain itu mata air Gangsang, mewilayahi kecamatan Marga dengan jumlah pelanggan 2.192 SR sampai sebagian wilayah kota Tabanan bagian utara dengan jumlah pelanggan 1.500 SR, akibat dari subber mengecil.
“Prediksi kemarau terjadi di bulan Juli-Agustus, kemungkinan terburuk terjadi, bisa dilakukan pergiliran atau dipasok dari sumber mata air lainnya,” jelasnya.
Di sisi lain diakui, suplai air bersih dari Perumda Tirta Amertha Buana Kabupaten Tabanan selama beberapa minggu belakangan ini diakui sempat mengalami gangguan di sejumlah titik. Pihak Perumda sendiri memastikan, akan terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada para pelanggan. Seperti rutin melakukan cleaning pompa-pompa yang ada di sumber-sumber milik Perumda TAB, pengecekan jalur-jalur pipa transmisi, pipa distribusi dan sumber mata air.
Sudiana mengatakan, gangguan yang terjadi diantaranya pada tanggal 27 Mei 2023 di daerah Gubug yang diakibatkan oleh pipa yang bocor di depan Kantor Desa Gubug. Kemudian pada tanggal 30 Mei 2023 ada rehab pipa distribusi di Perum Bongan Straits yang mengakibatkan gangguan di Bongan Puseh, Bongan Jawa dan sekitarnya.
Lalu gangguan di daerah Wanasari karena dilakukan perbaikan pipa distribusi di Celebuh. Juga ada gangguan di wilayah Gadungan dan sekitarnya karena pipa yang terlilit akar. Terakhir gangguan di daerah Perean karena melakukan perbaikan pipa8’ di Dusun Kukub.
“Kami minta maaf atas ketidaknyaman yang dirasakan para pelanggan saat ada gangguan, namun dari tim teknis juga sudah langsung ditindaklanjuti melakukan perbaikan,”ucapnya.
Termasuk upaya lainnya untuk memberikan pelayanan maksimal pada pelanggan yakni rutin melakukan cleaning pompa-pompa yang ada di sumber-sumber milik Perumda TAB, pengecekan jalur-jalur pipa transmisi, pipa distribusi dan sumber mata air.
“Serta pengecekan titik-titik yang berpotensi terjadi kebocoran juga terus dilakukan,”terangnya.
Agus Suanjaya menambahkan saat ini Perumda TAB juga ikut mensosialisasikan mengenai Permen ESDM tentang penggunaan Air Bawah Tanah (ABT). Dimana diakuinya untuk di wilayah kabupaten Tabanan dari hasil pengawasan yang dilakukan aparat terkait yakni Satpol PP Tabanan memang masih ditemukan adanya indikasi pelanggaran penggunaan ABT.
“Dari temuan itu, memang sudah ada beberapa yang datang ke kami untuk meminta rekomendasi surat ketersediaan air untuk mengurus ijin ke pusat, itu ada sebanyak 43 perusahaan industri termasuk juga villa dan klub,” pungkasnya. (jon)








