
DENPASAR – Lantaran adanya perubahan jadwal pra-PON cabang olahraga (cabor) biliar yang diundur dari rencana semula kabarnya pertengahan Agustus 2023 menjadi 14 Oktober sampai 25 Oktober 2023, maka seleksi atlet biliar yang sebelumna direncanakan dihelat pada awal April 2023 akhirnya ikut diundur.
Seperti diutarakan Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov POBSI Bali Willy Soedarno saat mendampingi Ketua Umum POBSI Bali dr. Laksmi Anggari Putri Duarsa, memang perubahan pra-PON ke jadwal Oktober informasinya dari salah satu pengurus PB POBSI sudah fix.
“Informasi itu memang fix untuk Oktober 2023 tapi secara lisan juga belum ada kabar apakah digelar di Jakarta atau Pekalongan. Ini masih kabar lisan saja. Makanya kami masih tidak mau berspekulasi soal itu termasuk belum bisa memastikan kapan seleksi atlet biliar Bali itu akan dihelat,” ungkap Willy Soedarno diamini dr. Laksmi Duarsa di Denpasar, Selasa (9/5/2023).
Tak ingin berspekulasi menurut Willy yang juga mantan Wakil Ketua Umum POBSI Bali itu, menjadi pilihan karena lebih bagus memutuskan seleksi berdasarkan informasi yang pasti-pasti utamanya terkait dengan kepastian pra-PON 2023.
“Lebih baik menunggu dulu kepastian kapan dan dimana pra-PON biliar dihelat dari PB POBSI melalui surat resmi. Nanti jika sudah ada surat resmi maka akan dpastikan juga seleksi atlet biliar untuk penghuni tim pra-PON biliar Bali digelar. Kita tunggu saja karena semua ini juga terkait dengan laporan kepada KONI Bali terutama kapan seleksi digelar dan dimana termasuk utamanya hasil seleksi,” terang Willy.
Sementara itu, dr. Laksmi Duarsa menambahkan jika semua itu karena terkait dengan administrasi kepada KONI Bali. Karena pra-PON maupun PON nantinya merupakan tanggung jawab dari KONI Bali.
“KONI Bali kan nantinya perlu juga tahu secara pasti soal semua kegiatan POBSI Bali termasuk kapan dan dimana pra-PON 2023 digelar serta sejauh mana POBSI Bali menghadapi semua itu. Kalau semuanya belum pasti kita tidak bisa sembarangan seperti menggelar seleksi. Lebih baik ini perlu dipahami dan dimaklumi,” tutup dr. Laksmi Duarsa. (ari/jon)








