
DENPASAR – BPD Indonesia Housekeeper Association (IHKA) Bali kembali menggelar ajang Making Bed & Towel Art Competition, sebuah ajang adu keahlian mengasah kemampuan di bidang housekeeping yang ada di industri perhotelan.
Keseruan lomba dalam menata bed yang tepat, rapi dan benar berlangsung ketat yang dinilai para dewan juri di Mediterranean Bali, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Sabtu (20/4/2023).
Ketua IHKA BPD Bali I Gede Cahaya Adiputra mengatakan, kompetisi diikuti 96 peserta dari 66 hotel se- Bali, 12 LBK atau kampus dan 18 SMK.
Ajang ini disupport 34 vendor di bidang housekeeper dan mereka juga membuka boat di Medeterrania Bali.
“BPD IHKA Bali ingin ke depan konsisten menggelar kegiatan ini walaupun tahun sebelumnya tertunda karena dampak pandemi. Jadi, semangat kami tetap untuk mengelar kegiatan kompetisi ini dan mudah-mudah even ini bermanfaat bagi peserta maupun masyarakat umum,” kata Adiputra didampingi Humas koordinator IHKA Bali Nyoman Roma Pujawan di sela-sela lomba.
Adiputra menambahkan, latar belakang digelarnya making bed ini adalah untuk mengasah skill para peserta. Seorang housekeeping harus bisa making bed dengan prosedur yang benar, dan mengetahui step-stepnya. Di antaranya, menata buffet, sedangkan kriteria yang diterpakan dalam kompestisi meliputi tiga kategori,masing-masing untuk hotel, kampus dan SMK.
“Bagi yang juara rencannya para pemenang akan kami ajukan ke pusat BPP IHK yang nantinya akan diadu di tingkat nasional. Apabila kompetisi nasional digelar di Bali, kami pun siap menjadi tuan rumah,” ungkapnya.
Direktur Mediterranean Bali Luh Gede Intan Purwitasari menyambut positif serta mendukung kegiatan kompetisi making bed ini sebagai langkah untuk mengasah skil para peserta.
“Kompetisi ini adalah ajang membentuk kualitas kalangan housekeeper karena ke depan para pekerja kita harus bisa bersaing baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui ajang kompetisi ini sebagai salah satu wadah anak-anak menunjukkan skil mereka yang terbaik, sekaligus upaya membentuk karakter anak-anak,” jelas Intan.
Hal senada juga disampaikan Dewan Penasehat IHKA Bali I Nyoman Sugiartha. Ia berharap melalui kegiatan dan program IHKA Bali senantiasa berkomitmen menjaga kebersamaan.
“ Hadirnya organisasi profesi ini senantiasa bermanfaat bagi orang lain maupun vendor. Apabila sebuah organisasi memberi manfaat tentu akan memudahkan segalanya. Mudah-mudahan ke depan kegiatan-kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan, baik secara nasional maupun internasional,” harap Sugiartha.
Sementara itu, Humas koordinator IHKA Bali Nyoman Roma Pujawan menambahkan, di tahun ini ada tiga program acara diantaranya Making Bed Competiition ini merupakan awal kegiatan di tahun 2023.
“ Untuk bulan Juni nanti, kita akan menggelar kegiatan besar yang akan melibatkan 654 hotel akan bergabung, kemudian berdasarkan kegiatan tetap kita dengan konsep Tri Hita Karana, palemahan, pawongan dan parahyangan juga akan dilaksanakan secara rutin, “ kata Komang Roma.
Ia menambahkan, melalui ajang kompetisi making bed ini sejatinya upaya memaknai pola kebangkitan perhotelan di Bali, terutama di housekeeping. Menurutnya, upaya mencetak pekerja housekeeper andal harus menjadi target utama.
“Kita tahu total 70 persen revenue atau pendatapan hotel adalah datang dari room division. Jadi, melalui program -program ini merupakan tonggak kebangkitan kita terutama mencetak generasi penerus yang kompetitif. Kami berharap pariwisata tetap eksis terus tidak lagi pandemi,” ujarnya.(sur)








