
GIANYAR – Ribuan pasang mata terbius pementasan tiga barung gong kebyar duta Kabupaten Gianyar dalam PKB (Pesta Kesenian Bali) memeriahkan HUT ke-252 Kota Gianyar di Open Stage Balai Budaya Gianyar, Sabtu (15/4/2023) malam.
Tak kalah menarik, sajian terakhir menampilkan karya musikal barung agung gong kebyar Kabupaten Gianyar bertema “Samudra Sutra Kalangon”.
Karya musikal itu diiringi seluruh barung gambelan dari tiga sekaa gong sehingga menampilkan karya yang fresh dan ciamik hingga mampu membuat penonton tidak beranjak dari tempat duduk.
Merupakan ide Bupati Gianyar I Made Mahayastra dan diimplementasikan dalam karya musikal oleh seniman I Wayan Darya.
Sementara dalam pagelaran malam itu diawali gong kebyar wanita Sanggar Kori Agung Mas, Banjar Peninjoan, Batuan, Sukawati yang membawakan garapan Sandyagita “Campuhan Tejaning Kori Agung”.
Menggambarkan makna kehidupan yang tidak lepas dari arah timur dan barat sebagai sumber kehidupan, nafas dan dosa sebagi wujud perilaku sebuah karma. Amertaning samudra simbul lahir, hidup, mati, tidak lepas dari agungnya kebenaran. Merupakan karya dari tiga seniman, yakni I Komang Winantara, I Nyoman Sunarta, dan Ayu Lestari.
Berlanjut ke pementasan tari kreasi “Wara Amerta” yang terinspirasi dari kisah mitologi pemutaran Mandara Giri. Dewa Wisnu bersama saktinya Dewi Laksmi dalam memelihara dunia yang menjelma menjadi kura-kura raksasa.
Sementara, gong kebyar dewasa Sekaa Gong Budaya Gita Swara, Banjar Adat Tegal, Desa Adat Tegallalang menampilkan tabuh kreasi Pepanggulan “Gajah Mina” karya I Wayan Darya.
Penampilan mereka dilanjutkan dengan membawakan Tari Kreasi “Danu Segara” karya dari I Ketut Cater dan I Wayan Budiarsa Mayun.
Di sisi lain, gong kebyar anak-anak komunitas seni Manik Pering, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh menampilkan tabuh kreasi “Alun Ing Gandara” merupakan garapan tabuh yang mengekspresikan gelombang ombak samudra yang dimanipulasi secara musikalitas sebagai identitas gagasan komposisi karawitan kreasi karya seniman muda, I Putu Riangga Budi Pramana dkk. Dilanjutkan Dolanan Anak-anak “Swagina Rare Pering” yang menggambarkan tingkah laku, dan kebiasaan masyarakat di pesisir dalam menjaga dan memelihara pantai.
Terakhir pementasan Tiga Barung Gong Kebyar ditutup dengan Karya Musikal Barung Agung Gong Kebyar Kabupaten Gianyar yang berjudul “Samudra Sutra Kalangon”.
Di akhir acara, Sekda Gianyar Dewa Gde Alit Mudiarta mewakili Bupati Gianyar menyerahkan piagam penghargaan kepada tiga duta PKB, Kabupaten Gianyar sebagai ucapan terima kasih atas penampilan dan karya yang sedemikian apik. (jay)








