
DENPASAR – Kejuaraan Internasional Bola Tangan bertitel “9th Asian Men &Women Beach Championship 2023” di kawasan Pantai Nusa Dua Bali yang dihelat 10 – 19 Maret 2023 medatang, diminta agar dilihat atau disaksikan para atlet bola tangan Bali termasuk atlet bola tangan di Pengkab dan Pengkot seluruh Bali.
Permintaan itu datangnya dari Ketua Umum Pengprov ABTI Bali, Ketut Teneng. Pria yang juga pengurus KONI Bali itu meminta hal itu karena akan memberikan nilai positif dan memotivasi atlet bola tangan Bali dengan bisa melihat performa para atlet internasional berlaga untuk bola tangan out door.
“Artinya hanya tidak atlet saja yang perlu dan sebisa mungkin harus juga dilihat para pelatih dan para wasit Bali, karena memang Bali masih belum memiliki pelatih dan wasit level nasional bahkan internasional. Jadi di even itu semua komponen bisa mengambil hikmah positif,” tutur Ketut Teneng di KONI Bali, Selasa (7/3/2023).
Utamanya atlet lanjutnya, aka bisa megamil teknik-teknik bermain bola tangan yang selama ini mungkin belum diperolehnya dan bisa diterapkan dalam latihan yang dijalaninya. Tak terkecuali bagaimana berlaga dengan Teknik, taktik dan strategi bola tangan dengan bagus secara tim sehingga mampu membentuk performa tangguh.
“Kalau kejuaraan internasional itu sendiri informasinya diikuti 11 negara dan sudah hadir 6 negara di Bali untuk menjajal venue dengan tujuan adaptasi. Kejuaraan itu juga merupakan babak kualifikasi untuk kejuaraan bola tangan level dunia. Jadi nanti akan ada dua negara yang lolos ke Kejuaraan Dunia nantinya,” terang Ketut Teneng.
Bahkan menurutnya, jika kejuaraan itu sukses dan venue dinilai sangat bagus dan sangat layak, maka bisa jadi Indonesia dalam hal ini Bali dipercaya menjadi host atau tuan rumah Kejuaraan Dunia Bola Tangan selanjutnya. (ari/jon)








