
BULELENG – Upaya pelestarian seni budaya khas Kabupaten Buleleng terus dilakukan Pemkab Buleleng melalui Dinas Kebudayaan (Disbud). Selain sertifikasi hak cipta seni budaya dan pemberdayaan aset daerah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno, Disbud Buleleng juga mulai mengembangkan sinergitas dengan Undiksha Singaraja dan STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja.Penampilan seni tari pada GAF ke-8 tahun 2023 di RTH Taman Bung Karno.
“Bersinergi dengan Perguruan Tinggi, Undiksha dan STAHN Mpu Kuturan Singaraja melalui kegiatan Malam Seni Ganesha Art Festival (GAF) ke-8 tahun 2023,” ungkap Gede Angga Prasaja selaku Kabid Adat dan Tradisi Disbud Buleleng usai pembukaan kegiatan di RTH Taman Bung Karno, Sabtu (5/3/2023).
Angga Prasaja menandaskan, kegiatan kolaboratif ini merupakan implementasi dari tugas pemerintah dalam pelestarian serta pengembangan seni budaya dan tri dharma perguruan tinggi, peran serta kampus merdeka dalam mengajegkan tradisi, seni dan budaya di Bali, khususnya Buleleng.
“Sekaligus dalam penggalian potensi minat dan bakat dari generasi muda, yowana di bidang seni budaya sehingga memiliki keterampilan dan kemampuan, life skill untuk berprestasi sekaligus bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat,” terangnya.
Ia berharap, sinergitas yang telah terjalin antara Pemkab Buleleng dengan Perguruan Tinggi (PT), Undiksha dan STAHN Mpu Kuturan Singaraja dapat terlaksana secara berkesinambungan.
Senada dengan Kapala Bidang Adat dan Tradisi Disbud Kabupaten Buleleng, Made Yasa selaku Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama Undiksha Singaraja mengungkapkan kegiatan GAF tidak hanya bertujuan untuk menggali potensi, minat serta bakat mahasiswa di bidang kesenian daerah, namun juga sebagai upaya pelestarian seni budaya di Kabupaten Buleleng.
“Dengan konsep berbeda, GAF ini tidak hanya mencakup lokal Bali, namun dapat merambah tingkat nasional sebagai wahana akulturasi seni budaya nusantara,” tandas Yasa dibenarkan Komang Arirumi Widyartini selaku Ketua Panitia GAF ke-8 tahun 2023 yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian Daerah Undiksha Singaraja.
Arirumi Widyartini menambahkan pada GAF ke-8 tahun 2023 diselenggarakan lomba dengan 5 kategori yaitu Lomba Tari Trunajaya tingkat umum dan perguruan tinggi, Lomba Tari Oleg Tamulilingan tingkat umum, Lomba Reong Pengipuk, Lomba Mekendang Tunggal dan Lomba Rindik Berpasangan.
“Kita berharap dengan konsep, kemasan berbeda, GAF bisa dikembangkan hingga ke tingkat nasional, diikuti berbagai universitas di Indonesia. Dengan persiapan yang dilaksanakan dari Bulan November 2022, kita berharap GAF memberikan bekal pengalaman agar kedepannya bisa merealisasikan GAF lebih baik,” tandas Arirumi seraya menyebutkan rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan piala bergilir Rektor Undiksha dan hadiah lomba. (kar,dha)








