
TABANAN – Di masa pandemi Covid-19 ini, pembelajaran tatap muka terpaksa ditiadakan. Siswa kini belajar secara daring dari rumah. Namun hal ini memberi konsekuensi, siswa harus menambah anggaran untuk pembelian kuota internet. Mengurangi beban para siswa khususnya orang tua siswa,Dinas Pendidikan Tabanan saat ini kembali merancang pembagian subsidi pulsa kepada seluruh peserta didik jenjang SD dan SMP.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Nyoman Putra mengatakan, rencana tersebut saat ini masih digodok dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) BOS Perubahan, kemungkinan bulan Oktober mendatang. Namun, subsidi tersebut akan diberikan jika pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih berlangsung dan akan dicairkan pada Triwulan IV. “Program ini masih digodok dalam RKAS,” kata Nyoman Putra, Kamis (13/8/2020)
Dikatakan, sebelumnya atau pada triwulan II, Disdik juga sudah melakukan pemberian subsidi pulsa tersebut. Adapun besarannya pada tahap pertama tersebut adalah untuk siswa SD diberikan pulsa senilai Rp 25 ribu dan jenjang SMP diberikan subsidi senilai Rp 50 ribu. Pemberian pulsa tersebut nantinya akan digunakan untuk meringankan beban para siswa selama PJJ atau daring. “Yang pertama sudah kami berikan pada Triwulan (TW) II, ini untuk siswa jenjang SD dan SMP melalui Dana BOS. Jadi kalau untuk SD kita subsidi Rp 25 ribu dan SMP Rp 50 ribu,” kata Putra.
Dijelaskan, untuk rancangan pemberian subsidi pulsa ke dua masih dalam tahap persiapan. Artinya masih dalam rancangan di RKAS BOS Perubahan. Jika nantinya pembelajaran jarak jauh masih berlangsung, kemungkinan besar akan dicairkan di triwulan ke empat. “Ini masih dalam bentuk rancangan, dan rancangan subsidinya untuk tahap kedua ini masih belum tentu karena kita melihat ketersediaan anggaran di Dana BOS juga. Karena ada kemungkinan juga sekolah akan dilakukan secara tatap muka (bertahap), tapi masih menunggu kebijakan daerah nantinya,” jelasnya. (jon)








