
TABANAN – Kementerian Pertanian melakukan gebyar vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak berkaki empat milik masyarakat, sejak Sabtu (28/1/2023). Tabanan juga melakukan gebyar tersebut dengan menyasar 71.262 ternak peliharaan masyarakat.
Kabid PKH Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan drh. Gede Eka Parta Ariana ketika dikonfirmasi mengungkapkan dalam upaya mencegah menyebarnya penyakit mulut dan kuku (PKM) yang menyerang ternak milik masyarakat, Pemerintah melakukan gebyar vaksinasi. Gebyar vaksinasi telah dicanangkan sejak Sabtu (28/1/2023).
Di Tabanan sendiri kata drh Eka, ada sebanyak 71.262 ekor ternak milik masyarakat yang menjadi sasaran gebyar vaksinasi PMK ini. Terdiri dari 38.114 ekor sapi, 30.331 ekor babi, 2.812 ekor kambing dan 5 ekor kerbau yang terdata untuk mendapatkan vaksin.
Gebyar vaksinasi ini dilakukan untuk mencegah PPMK menyerang ternak milik masyarakat,” ungkap drh Eka, Minggu (29/1/2023).
Terkait hal tersebut, pihaknya di Tabanan juga melakukan hal serupa. Pihaknya melalui penyuluh peternakan sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga ternak yang terdata mencapai 71.262 ekor terdiri dari sapi, babi , kambing dan kerbau yang rentan terserang PMK.
“Kami sudah siap menggelar vaksinasi PMK massal tersebut dengan mengerahkan seluruh personil yang ada di Puskeswan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat ,” sebutnya.
Bagaimana dengan vaksinnya? Drh Eka menyebutkan, program gebyar PMK ini dibuat Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan. Sehingga vaksin yang digunakan juga disuplai penuh dari Kementerian Pertanian.
“Vaksinya semua dari kementerian, kami di daerah hanya melaksanakan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan,” katanya.
Dikatakan, gebyar vaksinasi PMK ini akan dilakukan sampai sekitar 80 persen ternak sasaran tervaksin. Dari data yang ada sebanyak 71.262 ekor ternak, maka sasaran yang hendak dicapai sebanyak 57.010 ekor.
“Gebyar vaksinasi PMK ini memang diharapkan bisa menyasar minimal 80 persen dari populasi ternak yang ada. Dan untuk Tabanan sebanyak 57.010 ekor. Namun vaksin juga tetap diberikan sampai semua ternak dapat vaksin,” sebutnya.
Sementara kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Subagia menambahkan, kalau di tahun 2023 ini di Tabanan belum ada kasus PMK. Meski demikian pihaknya meminta agar tetap para peternak sapi menjaga kebersihan lingkungan ternaknya, dengan prinsip biosecurity.
Bahkan pihaknya menyarankan para pemilik hewan ternak untuk menyemprotkan disinfektan di kandang dan pemberian vitamin kepada hewan.
“Penyemprotan disinfektan bisa menggunakan eco enzyme,” ujarnya.
Subagia menambahkan pihaknya telah mengingatkan kepada para peternak sapi bila ada gejala klinis terkait PMK segera melapor. Gejala klinis pada sapi yang tertular PMK secara umum, penyakit ini menunjukkan gejala demam tinggi mencapai 39°C selama beberapa hari. Sapi tidak mau makan dan terjadi luka/lepuh pada daerah mulut.
“Termasuk lidah, gusi, pipi bagian dalam dan bibir dan keempat kakinya pada tumit, celah kuku dan sepanjang coronary bands kuku atau batas kuku dengan kulit,” jelasnya
Sebelumnya PMK sempat menyebar di Tabanan dan menyerang ternak milik masyarakat terutama sapi tahun 2022 lalu. Bahkan ada sapi milik peternak sampai dieliminasi selektif karena dicurigai terpapar PMK. Eliminasi selektif ini dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Apalagi pemerintah memberikan kompensasi bagi pemilik ternak. (jon)








