
TABANAN – Setelah melalui proses penjaringan, sebanyak 399 Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 133 desa di Tabanan akhir dilantik Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Selasa (24/1/2023).
Menariknya , dari 399 PPS yang dilantik ternyata banyak perempuan yang mendapat apresiasi Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.
Proses pelantikan diawali dengan prosesi Mejaya-jaya di Padmasana Gedung Kesenian I Ketut Maria. Dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan dilakukan Ketua KPU I Gede Putu Weda Subawa dan penandatanganan pakta integritas.
Weda Subawa mengatakan, penandatangan pakta integritas ini sebagai bentuk komitmen mewujudkan Pemilu 2024 yang berkualitas. Jika nantinya dalam perjalanannya, ada yang terbukti melanggar dari klausul PKPU nomor 8 tahun 2022 seperti ‘bermain’ dengan peserta pemilu atau parpol, sanksinya bisa diberhentikan dan digantikan oleh nomor urut di bawahnya atau PAW, tanpa perlu dilakukan seleksi lagi.
Saat memberikan sambutan, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, meminta kepada seluruh anggota PPS agar memiliki integritas dan komitmen dalam menjalankan tugas wewenang dan kewajibannya.
“Ini adalah tugas berat yang harus dipikul oleh seluruh pihak, terutama anggota PPS sebagai ujung tombak Pemilu di Desa,” tandas Bupati Tabanan.
Bupati Sanjaya juga mengatakan, Pemilu sebagai sebuah pesta demokrasi adalah kegiatan rutin yang disambut dengan penuh gairah dan rasa kegembiraan.
“Perlu dipahami bersama, bahwa Pemilu 2024 yang akan datang merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat 5 tahun kedepan yang harus dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil sesuai dengan ketentuan peraturan-perundang-undangan,” katanya.
Disamping itu, Sanjaya juga menekankan, bahwa kesuksesan Pemilu membutuhkan dukungan dan peran serta dari semua stakeholder dan tidak bisa hanya dilihat dari segi prosedural tetapi juga dari sisi substansial.
Kesuksesan prosedural dapat dilihat apabila tahapan dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan, sedangkan kesuksesan substansial dilihat apabila pelaksanaan Pemilu 2024 dapat menghasilkan pemimpin yang aspiratif yang mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
“Disinilah pentingnya penyelenggaraan Pemilu, termasuk didalamnya PPS yang berjumlah 399 orang, yang harus memiliki integritas dan komitmen dalam menjalankan tugas serta wewenangnya, pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan dan kemampuan untuk melibatkan peran serta masyarakat, sehingga kesuksesan Pemilihan Umum Tahun 2024 dapat tercapai,” tegas Sanjaya.
Sementara, Ketua KPU Bali yang diwakili anggotanya A.A. Gede Raka Nakula, mengatakan, maka tanggung jawab segala tugas dan kewajiban terkait pemilu 2024 berada di pundak semua Panitia Pemungutan Suara yang baru saja dilantik hari ini.
“PPS merupakan perpanjangan tangan Panitia Pemilihan Kecamatan dan Komisi Pemilihan Daerah sampai Komisi Pemilihan RI, sehingga dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, PPS yang secara relatif wajib berada pada satu garis komando tegak lurus,” harapnya. (jon)








