
KUTSEL – Dua sekolah di wilayah Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel) melakukan sebuah aksi nyata dalam menyelamatkan lingkungan dari pencemaran minyak jelantah (mijel). Aksi dilakukan atas kerjasama dengan sebuah komunitas pecinta lingkungan bernama ‘Laksana Becik’.
Cahaya Kurniawan dari Laksana Becik menuturkan, pembuangan mijel secara sembarangan tentunya berakibat buruk bagi lingkungan. Mulai dari menyumbat saluran, pencemaran terhadap tanah, hingga rusaknya ekosistem perairan.
Sementara, jika mijel dipakai secara berulang-ulang, maka tentunya dapat mengganggu kesehatan. Termasuk di antaranya memicu timbulnya penyakit kronis seperti kanker dan jantung.
Berangkat dari permasalahan itulah pihaknya kemudian bergerak melakukan edukasi kepada masyarakat. Utamanya kepada para siswa sekolah yang notabene merupakan generasi penerus bangsa. Dan sebagai pilot project, Laksana Becik bergandengan dengan Rotary Club Jimbaran menyasar para siswa SMPN 1 Kuta Selatan dan SDN 11 Jimbaran.
“Sesuai arti dari nama komunitas kami, yaitu Perilaku Baik, kami ingin menanamkan kesadaran soal permasalahan lingkungan dari sejak dini. Khususnya kaitan dengan masalah limbah minyak jelantah,” sebut pria yang akrab disapa Wawan tersebut.
Kaitan dengan itu, seperti terpantau Kamis (15/12/2022), para siswa pada dua sekolah tersebut bergerak mengumpulkan minyak goreng bekas. Mijel yang dibekalkan dari rumah masing-masing, disatukan ke dalam sebuah jirigen besar.
Kepala SMPN 1 Kuta Selatan, I Gede Antika mengungkapkan, para siswa terbilang sangat antusias dalam mengikuti program tersebut. Bahkan ke depannya, para guru dan pegawai direncanakan ikut untuk sama-sama bergerak.
Hal senada disampaikan Kepala SDN 11 Jimbaran, Nyoman Suasta. Kata dia, gerakan pengumpulan mijel tersebut notabene gayung bersambut dengan program lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang telah diterapkan di sekolah.
“Tentu dengan harapan agar tidak hanya bersih di sekolah saja. Tetapi juga harus bersih di rumah dan di masyarakat, sehingga tercipta kesehatan,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Badung I Wayan Tur Adnyana menyatakan, program inisiatif Laksana Becik merupakan hal yang patut diapresiasi. Bahkan karenanya, dia mengaku akan mensosialisasikan itu kepada sekolah-sekolah lain di wilayah Kabupaten Badung. (adi/jon)








