
DENPASAR – Sinyal terkait dengan gelaran pra-PON untuk cabang olahraga (cabor) biliar direncanakan digelar pada bulan Agustus tahun 2023.
Sedangkan untuk PON sendiri yang dilangsungkan di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) juga untuk cabor biliar jika tidak ada perubahan karena adanya Pilpres, Pilkada dan Pileg, maka tetap rencananya dihelat tahun 2024.
Hal itu diutarakan Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov POBSI Bali Willy Soedarno usai mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dihelat PB POBSI ditengah-tengah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Biliar di Jakarta, Rabu (7/12/2022)
“Dalam Rakernas hal itu dibahas baik pra-PON maupun PONnya sendiri untuk cabor biliar. Pastinya khusus untuk PON 2024 kuota atlet yang ambil bagian dari seluruh provinsi di Bali total 110 atlet, dan mempertandingkan total 22 nomor,” ungkap Willy Soedarno.
Hanya saja semua itu memang merupakan rencana dan rancangan jika tidak ada perubahan karena ada agenda pemerintah utamanya terkait PON itu sendiri di tahun 2024.
“Nanti kalau ada perubahan kan pasti aka nada pemberitahuan dari PB POBSI. Pastinya semua itu sudah merupakan agenda pembahasan di Rakernas PB POBSI dengan Pengprov POBSI seluruh Indonesia,” tegas mantan pelatih biliar PON pada PON XX/2020 yang digelar tahun 2021 itu.
Dengan hasil Rakernas itu, semuanya akan dibahas Kembali oleh POBSI Bali untuk persiapan menghadapi even terdekat yakni pra-PON nantinya. Setidaknya lanjut Willy, sudah ada gambaran-gambaran yang akan dilakukan oleh POBSI Bali.
“Nantinya akan ada rapat pengurus POBSI Bali untuk menyikapi semua itu termasuk mempersiapkan atlet biliar Bali yang akan dikirim ke pra-PON dan berapa jumlahnya, serta mekanismenya bagaimana. Pastinya semua itu akan digodok di Bidang Pembinaan dan Prestasi atau Binpres,” demikian Willy. (ari/jon)








