
DENPASAR – Dua pebiliar masa depan Bali Niko Pratama dan I Dewa Adi Mahardika mengambil hikmah positif pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Biliar yang kini tengah bergulir di Jakarta. Keduanya telah all out dan memberikan perlawanan sengit kepada pebiliar provinsi lainnya dengan level nasional, meski belum maksimal dalam hasil di beberapa nomor pool yang dipertandingkan.
“Keduanya pastinya telah menunjukkan permainan terbaiknya meski belum sepadan kualitas dan mentalnya dibandingkan para pebiliar provinsi lainnya yang memang sudah kerapkali mengikuti even-even biliar level nasional. Tapi saya apresiasi dan salut dengan kerja keras dua pebiliar Bali ini dan pantas saya berikan apresiasi,” tutur Ketua Umum Pengprov POBSI Bali, dr Laksmi Duarsa di Denpasar, Selasa (6/12/2022).
Dimaklumi wanita yang berprofesi sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin itu, jika Niko sapaan Niko Pratama dan Dewa Memet panggilan Adi Mahardika, merupakan pebiliar Bali yang baru pertama kali turun di Kejurnas dan masih minim pengalaman. Namun setidaknya kedunya merasakan bagaimana menghadapi pebiliar wakil provinsi lainnya yang Tangguh-tangguh.
“Setidaknya ada hikmah dan pengalaman yang diambil Niko dan Dewa Memet. Artinya ada tolok ukur yang bisa diketahui kedua pebiliar itu, sekaligus mengambil hikmah positif yang dijadikannya koreksi maupun evaluasi untuk dilakukan pembenahan demi peningkatan kualitas tekniknya. Apalagi kalau Niko masih memiliki jenjang Panjang karena usianya masih 13 tahun sedangkan Dewa Memet merupakan pebiliar yang juga masih memiliki jenjang menambah pengalaman cukup Panjang,” imbuh Laksmi Duarsa.
Kedua pebiliar itu di Kejurnas lanjutnya, turun di beberapa nomor pool yakni 8,9,10 dan 15 yang sudah berjalan maupun yang akan dipertandingkan.
“Saya rasa baik Niko atau Dewa Memet akan terus berupaya keras dan dengan motivasi tinggi menunjukkan performa terbaiknya saat menghadapi lawan lawannya,” pungkas Laksmi Duarsa. (ari/jon)








