
TABANAN – Pelayanan publik menjadi atensi serisu Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Setiap pengaduan atau keluhan dari masyarakat berusaha untuk segera ditangani. Seperti adanya keluhan kelambanan dalam pelayanan BPHTB maupun PBB, Bupati Sanjaya langsung sidak Bakeuda, Rabu (16/11/2022).
Bupati Sanjaya hanya ditemani ajudan dengan mengenakan pakaian adat ciri khasnya, langsung menuju bagian pelayanan PBBP2 dan BPHTB Bakedua di gedung II. Di lobi gedung sudah banyak warga mengantri untuk mendapatkan giliran pelayanan dari staf Bakeuda yang sudah menyiapkan beberapa loket pelayanan.
Sesaat kemudian baru datang Kepala Bakeuda AA Dalem Tresna Ngurah, begitu mengetahui Bupati Sanjaya datang mengecek pelayanan publik terkait PBB dan BPHTB. Bupati langsung bertanya dengan petugas maupun warga yang sedang mengurus surat-surat.
“Kemarin saya mendapat telepon dari Ombudsman dan pengaduan dari masyarakat terkait lambannya pelayanan di Bakeuda, makanya hari ini (kemarin) langsung saya turun mengecek. Saya ingin tahu masalahnya dan segera dicarikan solusinya,” ungkap Sanjaya di lokasi.
Dari penjelasan Kepala Bakeuda, kelambanan dalam pelayanan tersebut disebabkan kurangnya SDM yang tersedia untuk melayani, sehingga langsung ditambah. Dijelaskan pula, dalam sehari, petugas bisa melayani 30 antrian saja. Namun dalam perjalanan, setiap orang yang mengurus membawa lebih dari satu berkas, sehingga pelayanan menjadi lamban dan kini sudah diperbaiki. Diungkapkan pula, dalam sehari bisa menuntaskan lebih dari 80 berkas.
“Ada beberapa kendala seperti kurangnya SDM yang melayani dan ada satu antrian membawa berkas banyak, sehingga pelayanan cukup lama dan membuat lamban dan sudah ditambah. Kami kini membuat aturan, satu orang hanya bisa membawa maksimal dua berkas, sehingga pelayanan lebih cepat,” jelas Gung Dalem.
Usai melihat secara langsung pelayanan PBB P2 dan BPHTB, Bupati Sanjaya juga sempat mengatur kursi dan sofa yang ada di lobi Kantor Bupati sehingga kelihatan lebih cantik dan fungsional. Termasuk menata sofa unik yang dipajang oleh pengusaha UMKM Tabanan.
Sanjaya menjelaskan, pelayanan publik menjadi atensi apalagi untuk lembaga penghasil seperti Bakeuda.
“Bakeuda itu ring 1 yang saya atensi. Bukan hanya Bakeuda, semua OPD yang memberi layanan publik akan saya datangi. Saya ingin tahu persoalan yang ada dan mencari solusi yang bisa diambil. Kalau kurang SDm ditambah. Saya akan evaluasi setiap minggu,” tandas Sanjaya.
Selain Bakeuda, dirinya akan terus memantau OPD yang memberikan pelayanan publik secara langsung kepada masyarakat termasuk ke kecamatan. Pihaknya tidak ingin, pelayanan publik yang menjadi keluhan bisa diatasi dan masyarakat mendapatkan layananan yanygcepat , tepat dan akurat serta akuntable.
“Saya akan turun langsung, ditemani atau tidak oleh OPDnya, saya ingin memastikan pelayanan publik di Tabanan berjalan dengan baik dan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. Apalagi untuk OPD penghasil PAD, pelayanan terbaik menjadi hal yang sangat penting,” pungkasnya. (jon)








