
DENPASAR – Terus melakoni latihan demi persiapan matang, jadi fokus tim Muaythai Porprov Klungkung. Bahkan setiap kegiatan yang sifatnya positif, apalagi demi peningkatan kualitas para fighternya, termasuk kejuaraan atau latih tanding selalu diikutinya.
Bahkan dalam latih tanding dua kali yang telah dilakukan para fighter Klungkung, memberikan hikmah sangat positif. Ini membuktikan jika Muaythai Klungkung dianggap sebagai kuda hitam sangat masuk akal.
Sebulan lebih menjelang Porprov Bali, MI Klungkung baru-baru ini mendapat kelebihan tersendiri. Petarung mendapat lawan sparing yang tak main-main. MI Kota Bekasi dan MI Kabupaten Subang sempat menjajal kekuatan fighter Porprov Klungkung.
“Kami mendapat dua kali latih tanding dengan tim yang kekuatannya bagus. Di dua tim itu terdapat juga fighter PON Jawa Barat. Jadi sparing beberapa hari lalu seperti durian runtuh bagi kami,” ujar pelatih kepala tim muaythai Porprov Klungkung, Iwan Setiawan di Denpasar, Kamis (6/10/2022).
Disebutkannya, 10 fighter Porprov Klungkung yang terdiri dari 7 putra dan 3 putri itu terlebih dahulu menjajal kekuatan tim MI Subang pada tanggal 2 Oktober lalu di Denpasar. Kemudian pada tanggal 5 Oktober, melanjutkan dengan MI Kota Bekasi di GOR Swecapura, Klungkung.
“Kami puas dengan try in ini. Tidak perlu jauh-jauh ke luar Bali untuk mendapat lawan tangguh. Saya juga puas anak-anak bisa mengimbangi fighter Subang dan Bekasi yang notabene tampil di PON Papua lalu,” terang Iwan.
Lantas bagaimana evaluasi terhadap anak-anak?
“Dari segi teknis sudah cukup bagus, tapi masih ada beberapa yang harus di evaluasi lagi. Kami paham dan tahu bahwa Jawa Barat levelnya masih di atas kami dan bagusnya kami mendapat banyak ilmu dan pengalaman baru,” tutur mantan atlet dan pelatih taekwondo ini.
Dipaparkan Iwan, sparing atau latih tanding ini sudah cukup, sebab pada Oktober ini sudah masuk ke pra kompetisi. Artinya para fighter lebih intens ke urusan teknik, taktik , strategi dan psikologi atlet.
“Awal November, grafik latihan mulai dikurangi dan diturunkan dan hanya melakukan latihan-latihan kecil menjelang kompetisi. Sejauh ini progres sudah meningkat di 90 persen,” demikian mantan pelatih Taekwondo Bali itu. (ari/jon)








