
TABANAN – Sehari paska terseret arus saat mandi di pantai Batu Tampih, Desa Pangkungtibah, Kediri, Minggu (25/9/2022) sore, Rizki (17) asal Situbondo akhirnya ditemukan terdampar di Pantai Kelating, Kerambitan, Senin (26/9/2022) dalam keadaan meninggal dunia.
Penemuan mayat korban diketahui pertama kali saksi I Putu Arya (50) warga Banjar Dukuh, Desa Kelating, Kerambitan, sekitar pukul 15.15 Wita. Saat itu saksi yang sedang berada di pantai Kelating melihat mayat korban terombang ambing di muara sungai Yeh Abe, saat air laut mulai surut.
“Saksi lantas memberitahu petugas gabungan yang ada ditepi pantai,”ungkap Kalak BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri,” Senin (26/9/2022).
Selanjutnya petugas mengevakuasi mayat korban dan langsung dibawa ke RSUD Tabanan untuk divisum. Dari pengecekan kerabat , dipastikan mayat tersebut adalah Rizki yang terseret arus saat mandi di Pantai Batu Tampih, Minggu sore. Selanjutnya korban dibawa pulang ke Situbondo dengan ambulan.
Srinadha Giri mengungkapkan, penemuan mayat korban sebenarnya sejak siang, saat air laut masih tinggi. Namun warga mengira itu karang. baru setelah air laut surut diketahui kalau itu mayat korban.
“Saat itu di lokasi banyak yang main layangan, mereka melihat korban,” sebutnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Minggu (25/9/2022) sekira jam 16.30 wita, Afrizal bersama Qutsi dan Rizki mandi di Pantai Batu Tampih. Tiba-tiba diseret arus ombak. Saksi Afrizal berhasil berenang keluar, sementara Qutsi Amiruah dan Rizki terseret arus ke dalam.
Sesaat kemudian Qutsi Amirulah diselamatkan dua nelayan Yeh Gangga, Sudimara, Tabanan, dalam kondisi lemas. Qutsi dibawa ke RS Wisma Prasanthi. Sementara Rizki masih belum ditemukan.
Petugas gabungan dari Polisi, BPBD, Tim basarnas serta masyarakat melakukan pencarian termasuk ke dalam laut menggunakan rubber boat. Namun pencarian sampai malam hari tidak membuahkan hasil. Justru korban Rizki terdampar di Muara Sungai Yeh Abe, Pantai Kelating, Kerambitan, Senin sore dalam keadaan meninggal. (jon)








