
JEMBRANA – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Jembrana, Rabu (14/9/2022) menggelar pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner.
Pelatihan berlangsung tiga hari, melibatkan kelompok Pokdarwis, Desa kreatif serta unsur desa kreatif, berlangsung di hotel Hapel, Banjar Rening, Desa Baluk, Kecamatan Negara.
Pelatihan dibuka langsung Bupati I Nengah Tamba, didampingi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Anak Agung Komang Sapta Negara, beserta pemateri dari kalangan akademisi, praktisi serta instansi terkait.
Kadisparbud Sapta Negara dalam laporanya menjelaskan pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner, merupakan salah satu bentuk pelaksanaan dari program pengembangan kompetensi sumber daya manusia pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf).
Pelaksanaannya diambil setiap tahun, dengan sasaran para pengelola, pelaku pariwisata dan desa kreatif di daerah. Khusus di Jembrana pelaksanaanya diutamakan yang sudah tergabung kelompok sadar wisata, desa wisata dan desa kreatif.
Adapun sumber pembiayaan pelatihan diambilkan dari dana alokasi khusus non fisik Bidang Pelayanan Pariwisata. Peserta pelatihan sebanyak 50 orang peserta, dengan waktu pelaksanaan 3 hari.
Di akhir pelatihan diisi orientasi lapangan usaha pariwisata yang telah menerapkan inovasi dan higienitas sajian kuliner sesuai standar pariwisata.
Bupati Tamba yang hadir dalam pelatihan ini menekankan kepada peserta pelatihan untuk mengikuti pelatihan ini dengan baik.
Dalam menekuni dunia kuliner, berbagai inovasi harus dikembangkan guna menambah daya tarik pelanggan.
“Untuk itu ikuti kegiatan pelatihan dengan maksimal, selanjutnya materi yang didapat bisa dipraktekkan dan dikembangkan sehingga bisa menghasilkan kuliner yang tidak hanya bagus namun higienitas kuliner di Jembrana bisa terjamin,” tandasnya.
Dikatakan Bupati, secara konsep berusaha dibuatlah konsep yang inovatif dengan pelayanan cepat dan nyaman buat pelanggan. “Manfaatkan sosial media (sosmed) sebagai ajang promosi,” pesan Bupati. (ara,dha)








