
DENPASAR – Jalan Tol Jagat Kerthi Bali yang digroundbreaking Menteri PUPR, Basuki Hadimulyono bersama Gubernur Bali, Wayan Koster pada, Sabtu 10 September 2022 di wilayah Pekutatan dinilai akan membawa perubahan bagi Kabupaten Jembrana. Gumi Mekepung juga ditargetkan akan mengalami masa keemasan di Tahun 2026 mendatang.
“Saya sebagai Bupati Jembrana berterimakasih kepada Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah meng-create atau menciptakan, serta berjuang bersama rakyat mewujudkan Jalan Tol Jagat Kerthi Bali. Pembangunan ini sangat membuat masyarakat di Kabupaten Jembrana bahagia, karena Kami sudah merancang dengan adanya Jalan Tol Jagat Kerthi Bali, maka ditargetkan Jembrana Emas akan terwujud di Tahun 2026 mendatang,” kata Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, Selasa (13/9/2022).

Sementara Akademisi Politeknik Negeri Bali, Ir. Putu Dana Pariawan, M.Sc.,MIHT memandang Jalan Tol Jagat Kerthi Bali yang dibangun di masa pemerintahan Gubernur Bali, Wayan Koster sepanjang 96,21 KM memberikan kemudahan dalam aspek mobilitas serta kemudahan di dalam mengakses wilayah. Kondisi akses sekarang ini masih terganggu akibat jumlah volume kendaraan yang masuk tidak sesuai dengan kapasitas jalan yang ada.
Sehingga Jalan Tol Jagat Kerthi Bali diharapkan pengembangan – pengembangan wilayah yang dulunya agak sulit terjangkau karena jaraknya yang jauh, kini bisa lebih mudah dijangkau dengan akses yang disediakan, dan kedepan agar wilayah yang terlewati oleh jalan tol ini memiliki manfaat ekonomi serta bisa diberdayakan.
“Dengan dimulainya pembangunan Jalan Tol Jagat Kerthi Bali juga memberi dampak positif atau kemudahan akses kepada angkutan – angkutan barang atau logistik yang melalui Jalan Poros Nasional dari Jawa, Bali dan NTB. Hal ini lebih bermanfaat lagi, apabila ujung exit Jalan Tol Jagat Kerthi Bali yang sekarang ini berada di Mengwi, Kabupaten Badung kedepannya bisa disambungkan dengan by pass Ida Bagus Mantra dan Jalan Tol Bali Mandara,” jelas Insinyur Politeknik Negeri Bali ini. (arn/jon)








