
KUTSEL – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Internasional Search and Rescue Advisory Group Asia-Pacific Regional EarthQuake Response Exercise (INSARAG AP ERE). Hajatan dalam rangka penguatan kapasitas dalam merespon kedaruratan gempa bumi itu, sekaligus menjadi bagian kesiapsiagaan dalam mendukung pelaksanaan KTT G20 pada November mendatang.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi menjelaskan, terselenggaranya kegiatan tersebut di Bali merupakan hasil pembicaraan awal tahun, ketika meeting internasional di Jenewa. Momen saat ini dirasa sangat tepat, karena dipandang sekaligus memperkenalkan bahwa Indonesia sudah mulai bangkit.
Indonesia, kata dia, adalah negara yang berada di Ring of Fire. Karena itulah maka gempa bumi hampir setiap hari terjadi di Indonesia. Bahkan ada isu bahwa megatrust juga menjadi hal yang berpotensi terjadi. “Itu yang kita takutkan, tapi kita tentu harus bersiap untuk menghadapi,” tegasnya, ditemui setelah pembukaan INSARAG AP ERE 2022, Senin (5/9/2022).
Persiapan tersebut, katanya bukan hanya yang bersifat di dalam negeri semata. Melainkan juga koordinasi dengan negara-negara tetangga, termasuk pula anggota INSARAG. “Nah, untuk menjamin kelancaran memberikan respon itulah maka kita latihan di sini. Mudah-mudahan latihan ini berjalan lancar, sehingga mampu merespon dengan cepat jika terjadi kedaruratan gempa bumi yang tidak terduga,” ujarnya.
Bukan hanya itu, INSARAG AP ERE juga disebut sebagai bukti bahwa Basarnas siap untuk mendukung gelaran KTT G20. Utamanya kaitan dengan pemberian respon kedaruratan, apabila terjadi bencana saat para peserta KTT G20 hadir di pulau dewata.
“Dengan exercise ini, mudah-mudahan memberikan keyakinan kepada para delegasi yang datang. Dan tentunya, kami siap menerima mereka semua,” pungkasnya sembari bahwa nantinya kegiatan latihan juga akan dilaksanakan bersama pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Untuk diketahui, INSARAG AP ERE 2022 dihadiri oleh ratusan delegasi dari dalam maupun luar negeri. Dari dalam negeri di antaranya adalah BNPB, Kementerian Luar Negeri, unsur TNI dan Polri, serta stakeholder terkait lainnya. Sementara peserta luar negeri, yakni dari Australia, Singapura, Amerika Serikat, Jepang, China, Malaysia, Bangladesh, Fiji, India, New Zealand, Pakistan, Filipina, Republik Korea, Samoa, Sri Lanka, Mongolia, Nepal, Spanyol, Switzerland, Latvia, dan Canada. (adi/jon)








