
TABANAN – Atap salah satu gedung SD I Gadung Sari, yang berlokasi di Banjar Cepaka, Desa Gadung Sari, Selemadeg Timur, ambruk. Peristiwa tersebut diketahui saat guru dan siswa masuk sekolah sekitar pukul 07.00 Wita, Selasa (30/8/2022). Diduga beratnya atap akibat hujan dan terjangan angin kencang, membuat kerangka (kuda-kuda) atap tidak mampu lagi menahannya sehingga akhirnya ambruk . Tidak ada korban luka-luka atau jiwa karena kejadian diperkirakan sekitar pukul 01.00 Wita.
Pantauan di lokasi, Nampak setengah lebih dari gedung yang berada di bagian timur, bagian atapnya ambruk. Terlihat kayu untuk iga-iga maupun lambang, sudah lapuk dimakan usia. Sementara tembok tetap kokoh berdiri. Setengah atap gedung bagian selatan masih berdiri, namun dipastikan dalam waktu dekat dipastikan akan ikut roboh. Belum ada upaya evakuasi puing-puing atap yang roboh tersebut.
Kejadian tersebut langsung menjadi atensi Dinas Pendidikan dan BPBD Tabanan. Nampak Kalaksa BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri dan Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Made Sukanitera langsung turun ke lokasi melakukan pengecekan.
Srinadha Giri ketika diminta konfirmasi mengatakan, kalau ambruknya atap gedung SD I Gadung Sari ini karena memang usianya sudah tua dan kayunya sudah lapuk. Akibat hujan deras terus menerus disertai angin kencang membuat kerangka atap yang berumur tua, tidak mampu lagi menahan beratnya genteng, hingga akhirnya ambruk.
“Beruntung kejadiannya malam hari sehingga tidak ada aktivitas di sekolah dan tidak ada korban luka atau korban jiwa,” sebut pria yang berasal dari Desa Gadungan yang bersebelahan.
Dari perkirakannya, akibat kejadian tersebut, kerugian material sekitar Rp 250 juta. Karena ini merupakan sekolah yang merupakan prioritas pembangunan dan sangat urgent, maka akan segera diperbaiki melalui dana belanja tak terduga (BTT), karena merupakan bencana.
“Pendidikan khan sangat prioritas, maka segera akan diperbaiki, kami segera lapor pimpinan untuk langkah selanjutnya,” tandasnya.
Hal senada disampaikan Sukanitera. Dikatakan bangunan gedung ini sudah cukup tua, sehingga memang sangat rawan ambruk. Hanya saja karena tanha banguan sekolah ini masih milik desa adat Cepaka, pihaknya belum bisa memperbaiki dan diusulkan untuk mendapatkan DAK. Untuk perbaikan hanya bisa dilakukan melalui APBD saja.
“Memang harus segera diperbaiki agar tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar siswa,” tandasnya.
Kepala SD I Gadung Sari I Nyoman Widana mengatakan sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 1951. Sementara bangunan gedung tersebut sudah sempat diperbaiki. Hanya saja, saat kejadian kondisi memang memprihatinkan karena usianya sudah tua.
Melihat hal tersebut, sejak pembelajaran tatap muka dimulai, pihaknya tidak lagi menggunakan ruang kelas untuk kelas 1,2 dan 3 tersebut untuk tempat belajar. Untuk siswa kelas 2 dan 3 yang jumlahnya memang sedikit belajar diemperan banguan gedung kelas di bagian utara. Sementara untuk siswa kelas I yang cukup banyak 15 orang ditempatkan di bangunan PAUD. Di sekolah ini ada total 41 siswa
“Proses belajar mengajar tidak masalah, tetap berjalan seperti biasa,” ucapnya.
Terkait kondisi gedung tersebut, pihaknya sebelumnya sudah melaporkan ke pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan. Bahkan, Kepala Dusun Cepaka dan Perbekel Gadung Sari juga sudah sempat menghadap ke Disidik. Namun perbaikan tidak bisa dilakukan karena statusnya tanah milik adat Cepaka, bukan tanah pemerintah.
Salah satu tokoh masyarakat Cepaka mengatakan, kalau pihak desa adat sepakat untuk menyerahkan tanah sekolah ini ke pemerintah setelah ada pengganti, meski luasannya lebih sedikit. Hal tersebut dilakukan , karena pihaknya ingin sekolah ini dapat segera diperbaiki untuk keberlangsungan pendidikan anak-anak di desanya. (jon)








