KLUNGKUNG- Perairan Manta Bay di Nusa Penida memakan korban. Seorang wisatawan asal Korea, KY (33) tewas setelah digulung ombak pasang pada Selasa (16/8/2022) pukul 14.30 . Korban ditemukan mengambang di permukaan laut Rabu (17/8/2022) pukul 07.00 dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Sementara korban satunya lagi, JL (31) lebih dulu berhasil menyelamatkan diri setelah naik ke pinggir atas tebing. JL akhirnya dievakuasi oleh warga dengan menggunakan boat dan dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta guna mendapatkan perawatan.
Informasi yang didapat WARTA BALI, Rabu pagi kemarin, peristiwa ini bermula, dua wisatawan asal negeri ginseng itu hendak berwisata snorkling di Manta Bay. Keduanya ingin menikmati keindahan panorama alam bawah laut sembil melihat ikan manta.
Bocah Hilang Dari Kamar Tidur Keluarga Kerahkan Baleganjur
Peserta Upacara Hari Kemerdekaan Sempat Takut Karena Air Tukad Unda Meluap
Keduanya lalu menyewa boat guna bisa sampai ke perairan Manta Bay. Boat dinahkodai oleh Gede Suyadnya asal Banjar Kanginan, Desa Lembongan, Nusa Penida. Mereka kemudian menyeberang menuju perairan Manta Bay. Sesampai di lokasi, setelah mempersiapkan semua peralatan menyelam, kedua wisatawan Korea ini lalu menceburkan diri ke tengah laut.
Saat kedua korban asik snorkling, nanun tiba-tiba ombak pasang datang menghantam korban. Sehingga kedua korban tergulung ombak. Melihat kejadian itu saksi Gede Suyadnya pun langsung mendekat dan memberikan pertolongan.
Karena kondisi ombang cukup besar, menyulitkan saksi melakukan evakuasi kepada kedua korban. Untungnya korban JL berhasil menyelamatkan diri setelah berpegangan pada pingiran tebing. Namun, KY Rabu (17/8) pukul 07.00 baru berhasil ditemukan.
Setelah sebelumnya dilakukan upaya pencarian saksi Gede Suyadnya bersama aparat dari Polsek Nusa Penida serta Tim Basarnas.
Kapolsek Nusa Penida Kompol Gede Redastra bersama Kasi Humas Polres Klungkung Iptu Agus Widiono dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.
“Saksi bersama aparat dari Polsek Nusa Penida dan Tim Basarnas tadi pagi berangkat ke TKP. Sesampai di TKP melihat korban mengambang di permukaan dekat dengan pinggir tebing. Selanjutnya langsung dilakukan evakuasi,” tandas Gede Redastra.
Mayat korban langsung dibawa ke Pelabuhan Padangbay untuk selanjutnya dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut. (yan)








