
KUTSEL – Cakupan pemberian Visa Kunjungan Saat Kedatangan Khusus Wisata (VKSKKW) atau yang lebih dikenal dengan istilah Visa on Arrival (VoA) Khusus Wisata, diperluas. Dari awalnya hanya 72 negara menjadi 75 negara.
Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Sugito menuturkan, perluasan dimaksud didasarkan atas Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-0650.GR.01.01 Tahun 2022 yang mulai berlaku sejak tanggal 27 Juli 2022 lalu. Adapun tiga negara terbaru yang masuk dalam daftar subjek VoA Khusus Wisata yakni Kolombia, Maladewa, dan Monako.
SE tersebut, sambung dia, juga memuat soal perluasan Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) sebagai pintu masuk pemberian VoA Khusus Wisata. Yang pada saat ini jumlahnya terdapat 16 TPI Udara, 23 TPI Laut, dan 7 Pos Lintas Batas.
“Dengan adanya perluasan subjek VoA dan TPI pada kebijakan ini, maka akan memudahkan para peserta maupun delegasi yang akan mengikuti event-event internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia,” sebutnya, Rabu (27/7/2022).
Untuk tarif, sambung dia, mengacu pada Peraturan Pemerintah No 28 Tahun 2019 adalah senilai Rp 500.000. Izin tinggal yang berasal dari VoA Khusus Wisata tersebut kemudian dapat diperpanjang satu kali, untuk jangka waktu paling lama 30 hari. Dan itu, dilakukan di Kanim sesuai wilayah tempat tinggal WNA bersangkutan di Indonesia.
Untuk diketahui pula, SE terbaru bukan hanya memuat soal VoA Khusus Wisata. Melainkan juga Bebas Visa Kunjungan Khusus Wisata (BVKKW) yang mencakup 9 negara yakni Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Sementara untuk pintu masuknya, adalah 17 TPI Udara, 91 TPI Laut, dan 12 Pos Lintas Batas.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bali Anggiat Napitupulu, menyambut baik terbitnya SE bersangkutan. Karena hal tersebut dirasa dapat memudahkan wisatawan mancanegara (wisman) yang akan berkunjung ke Bali.
“Dengan wisman yang semakin banyak datang ke Bali, tentu akan membangkitkan kembali pariwisata dan menumbuhkan perekonomian masyarakat Bali. Apalagi saat ini ada banyak event internasional dalam rangkaian presidensi G20 yang sudah dan akan berlangsung di Bali,” singkatnya. (adi,dha)








