
KARANGASEM—Bank BPD Bali Kantor Cabang Karangasem terus melakukan jemput bola dalam menggerakkan program layanan berbasis digital berupa E-Tiketing. Tidak hanya pasar yang disasar, desa adat yang memiliki potensi objek wisata juga disentuh. Langkah ini dilakukan guna memudahkan pelayanan, khususnya dalam pemungutan retrebusi.
Kepala Bank BPD Bali Kantor Cabang Karangasem, Ketut Andayana Kusuma Yasa, dalam setiap kesempatan, mengatakan, layanan berbasis E-Ticketing yang sedang digalakkan itu, selain sangat efisien juga mampu mengatasi tingkat kebocoran dalam pemungutan retribusi, baik di pasar maupun di tempat-tempat objek wisata.
“E-Ticketing, merupakan layanan satu pintu untuk melakukan pemungutan retribusi. Di Karangasem program layanan ini sudah kami jalankan sejak setahun lalu,” terangnya.
Gayung bersambut, program layanan berbasis digital yang ditawarkan bank milik masyarakat Bali itu mendapatkan apresiasi masyarakat Karangasem. Desa Adat Bugbug, misalnya. Memaksimalkan pungutan restrubusi pada dua objek wisata yang dimiliki, yakni objek wisata Bukit Asah dan Virgin Beach, desa adat setempat menggandeng Bank BPD Bali Kantor Cabang Karangasem dalam melakukan pungutan retribusi berbasis digital.
Program E-Tiketing itu diluncurkan (launching) bersamaan peringatan HUT ke-34 STT Dharma Bakti, Desa Adat Bugbug, Sabtu (9/7) malam, dihadiri Wakil Cabang Bank BPD Bali Cabang Karangasem, I Made Adnyana, Manajer Pengelola Wisata Bukit Asah dan Virgin Beach, Putu Jnana dan Bendahara Desa Adat Bugbug I Wayan Sutama.
Wakil Cabang Bank BPD Bali Cabang Karangasem, I Made Adnyana, pada kesempatan itu mengungkapkan, pembelian tiket wisata Bukit Asah dan Virgin Beach saat ini sudah melalui e-ticketing Bank BPD Bali. Pungutan retibusi berbasis digital ini jauh lebih memudahkan witayawan dan melakukan pembelian tiket.
“Pembelian tiketnya bisa dilakukan melalui layanan ini, Tiket dapat dibeli via QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), ATM, Mobile Banking dan chanel lainnya. Dengan tiket elektronik ini wisatawan akan mendapatkan barcode untuk dipindai di pintu masuk tempat wisata,” ucap I Made Adnyana.
Launching E-Tiketing objek wisata Bukit Asah dan Virgin Beach, dilaksanakan bersamaan peringatan HUT STT Dharma Bakti, Desa Adat Bugbug, kata Made Adnyana, untuk mendekatkan keberadaan Bank BPD Bali di kalangan millennial.
“Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kaum muda terhadap Bank BPD Bali sebagai bank milik masyarakat Bali,” terangnya.
Manajer Pengelola Wisata Bukit Asah dan Virgin Beach, Putu Jnana, mengaku sangat sangat dimudahkan dengan adanya program elektronifikasi tiket wisata.
“Program E-Ticketing ini selain mempermudah palayanan, kami juga bisa memperoleh laporan penjualan secara real time” ujarnya.
Sementara itu, Kelihan Desa Adat Bugbug Jro Nyoman Purwa Ngurah Arsana, bersama prajuru desa adat lainnya sangat mengapresiasi antensi Bank BPD Bali Kantor Cabang Karangasem pada STT Dharma Bakti dan pembangunan layanan digital di Desa Adat Bugbug.
“Digitalisasi tiket wisata diawali dari Bugbug dulu, selanjutnya kami harapkan destinasi lain dapat segera menyusul,” kata I Wayan Sutama selaku bendahara Desa Adat Bugbug.
Penerapan e-ticketing Bukit Asah dan Virgin Beach, kata Sutama akan mendapatkan berbagai kemudahan. Selain lebih efisien karena tidak perlu lagi memproduksi tiket manual, pelaporan juga lebih mudah dan transfaran.
“Melalui e-tiketing, pelaporan hasil penjualan secara otomatis akan terekam. Ini juga untuk meminimalisir kontak fisik dan penggunaan uang secara fisik selama dan setelah masa pandemi Covid-19,” tandasnya. (wat/jon)








