
TABANAN – Jajaran Sat Lantas Polres Tabanan dibantu traffic accident analysis Ditlantas Polda Bali terus melakukan penyelidikan. Dari pemeriksaan saksi-saksi termasuk sopir bus AS, terungkap bus mengalami rem blong diawali dengan tercium bau benda terbakar oleh seorang siswa sejak di depan pasar Baturiti, namun tidak diketahui pasti.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra ke sata merilis secara resmi kasu kecelakaan beruntun di Baturiti, yang menyebabkan kerusakan 12 kendaraan dan satu korban jiwa tersebut, Senin (20/6/2022).
“Dari keterangan saksi saksi yang ada di dalam bus, sempat tercium bau benda terbakar, namun didiamkan,” ucapnya.
Setelah itu, bus oleng dan mengalami rem blong, sehingga laju bus tidak terkendali. Sopir AS berusaha mengerem termasuk menggunakan rem angin, menarik rem tangan dan menggunakan perseneling kecil (gigi satu) ,namun tidak membantu. Bus kemudian zigzag dan menghantam belasan kendaraan baik mobil , sepeda motor dan satu pejalan kaki Ni Wayan Wandani (30) yang selesai sembahyang Kuningan bersama anaknya yang selamat. Bus akhirnya masuk jurang sekitar 500 meter dari lokasi awal rem blong.
“Kami akan meminta keterangan ahli untuk memastikan penyebab kecelakaan, namun dugaany rem blong,” sebut Kapolres Nefli
Selain itu memeriksa dan menetapkan Sopir AS sebagai tersangka, pihaknya akan segera meminta keterangan pihak perusahaan terkait perawatan bus keluaran tahun 2014 dan baru dioperasikan sejak lima tahun lalu tersebut. Juga akan dicek Keurnya untuk memastikan kondisi kendaraan koordinasi dengan dinas perhubungan.
“Ini bukan kriminal murni, tetapi karena sesuatu yang tidak disengaja. Mereka juga mengucapkan bela sungkawa pada keluarga korban jiwa maupun luka-luka-luka dan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Pihak perusahaan sudah koordinasi dan mau bertemu dengan keluarga korban,” ucap Kapolres.
Sementara para korban termasuk lima orang asing sudah mendapatkan penanganan. Hanya dua wisatawan asing yang masih dirawat intensif di RS Siloam karena mendapatkan luka terbuka dan cedera parah lainnya. Siswa dari Labschool UNESA 2 Surabaya juga sudah pulang. Kerugian material diperkirakan sekitar Rp 300 juta.
Sementar sopir Bus naas, AS ketika diminta keterangan mengaku sudah berusaha memperlambat laju bus, karena rem tidak berfungsi alias blong. Dia juga mengaku sudah menggunakan rem angin, menarik tuas rem tangan dan memperkecil perseneling , namun tidak membantu, karena memasuki jalan turunan tajam. (jon)








