
KUTA – Anggota DPRD Badung dari daerah pemilihan Kuta, I Nyoman Graha Wicaksana menegaskan, proyek penataan pantai Kuta merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Badung untuk meningkatkan kualitas Pantai Kuta sebagai destinasi wisata unggulan. Penataan itupun sudah mempertimbangkan kebutuhan atau kepentingan nelayan.
“Pengelolaan Pantai Sekeh dan Pantai Jerman, setahu saya, sudah memperhatikan kebutuhan nelayan. Buktinya dalam penataan di Pantai Sekeh disediakan bale pasayuban atau bangsal untuk nelayan,” kata Graha, di Kuta, Minggu (12/6/2022).
Penegasan tersebut disampaikan Graha guna menanggapi pemberitaan yang beredar. Yang terkesan menyebut proyek penataan Pantai Kuta oleh Pemkab Badung, tidak memperhatikan kebutuhan nelayan. Dalam berita dimaksud, rencana penataan itu juga dinilai kurang efektif dan melanggar Pasal 21 Undang-undang Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.
Ditegaskan Graha, undang-undang tersebut tidaklah bisa diterjemahkan secara parsial. Melainkan harus secara menyeluruh, bukan hanya melihat ketentuan Pasal 21 yang merupakan bagian dari BAB Pemanfaatan atau berkaitan dengan Hak Pengusahaan Perairan Pesisir (HP-3).
Lanjut disampaikan, berdasarkan ketentuan Pasal 50 ayat (3), bupati/walikota berwenang memberikan HP-3 di wilayah Perairan Pesisir 1/3 dari wilayah kewenangan provinsi. Dan mengacu peraturan perundan-undangan tersebut pula, maka Pemerintah Kabupaten Badung memiliki kewenangan untuk melakukan kegiatan pemanfaatan pantai untuk konservasi, budaya, dan pariwisata.
“Saya lihat tidak ada niat dari pemerintah untuk menutup akses sempadan pantai, tapi menata kawasan pantai. Mengingat kegiatan di sana tidak hanya perikanan, namun juga pariwisata,” kata Graha Wicaksana.
Selain itu, menurut mantan Ketua LPM Kelurahan Kuta tersebut, proyek penataan Pantai Kuta awalnya merupakan usulan Desa Adat Kuta. Yakni atas pertimbangan meningkatkan kualitas Pantai Kuta sebagai destinasi wisata. Tentunya agar ke depannya tidak malah ditinggalkan, apalagi pada saat ini sudah semakin banyak obyek wisata pantai yang menawarkan tampilan dan layanan lebih baik.
“Kalau tidak mau berubah, sulit untuk mempertahankan Pantai Kuta sebagai destinasi wisata unggulan,” tandas Graha. (adi/jon)








