
BULELENG – Sebanyak 4 dari 128 korban keracunan dari SMP Negeri Satu Atap (Satap) II Kubutambahan masih dalam observasi (penanganan medis,red), 2 orang di RSUD Kabupaten Buleleng dan 2 orang di RSU Pratama Girimas. Sementara pasien yang lain diperbolehkan pulang ke rumah karena sudah sehat dan untuk menjalani rawat jalan.
“Observasi terhadap empat orang pasien dilakukan antara lain karena kondisi pasien masih syok, butuh waktu pemulihan lebih panjang sehingga diberikan tindakan rawat inap,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Buleleng, Sucipto, Minggu (5/6/2022) usai meninjau pasien.
Kadiskes Sucipto menandaskan seluruh pasien dirawat dengan gejala keracunan yakni mual, pusing, muntah dan sebagian sempat pingsan karena kondisi tubuhnya lemah.
“Gejala keracunan dialami pasien setelah makan dan minum, panganan yang disediakan pihak sekolah. Sehingga untuk mengetahui penyebab dari keracunan harus dilakukan test laboraturium terhadap sampel makanan serta minuman yang konsumsi termasuk makanan yang dimuntahkan pasien,” tandasnya.
Ia menambahkan, bersama Loka POM Buleleng kemungkinan juga akan dilakukan pengecekan lokasi dan proses pengolahan panganan yang dikonsumsi pasien.
Senada dengan Kadiskes Buleleng, Kapolsek Kubutambahan AKP Ketut Wisnaya mengungkapkan ,sejumlah saksi antara lain Gede EY (42) selaku pemesan makanan dan KC (48) selaku penyedia makanan telah dimintai keterangan oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Kubutambahan.
“Sesuai keterangan saksi makanan berupa nasi bungkus yang dipesan dan disediakan antara lain berisi ayam goreng,ayam goreng kecap, mie hun, telur rebus, sambel tomat, tum babi dan sayur kacang panjang. Sampel makanan sudah kami kirim ke labforensik untuk mengetahui unsur penyebab keracunan,” tandas Wisnaya sembari menambahkan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka atau pihak yang bertanggungjawab atas musibah keracunan ini.(kar/jon)








