
TABANAN – Kasus gigitan anjing kian marak terjadi di Kabupaten Tabanan. Dua seminggu terakhir dua warga di dua kecamatan telah digigit anjing. Terakhir, seorang anak berusia 6 tahun di Kecamatan Marga diserang anjing hingga mengalami luka gigitan pada bahu kanannya. Bahkan, ia sempat mengeluh nyeri pada bagian bahu kanannya akibat gigitan anjing saat datang ke RSUD Tabanan. Sementara sebelumnya seorang warga Banjar Lebah, Desa Tista Kerambitan digigit anjing positif rabies
Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa gigitan anjing pada seorang bocah 6 tahun itu diketahui Minggu (29/5/2022). Karena diserang, pihak keluarga langsung datang ke RSUD Tabanan untuk mendapatkan penanganan awal untuk rabies. Mereka khawatir, mengingat saat ini sedang marak ditemukan kasus gigitan anjing positif terjangkit rabies.
Bocah 6 tahun ini datang ke RSUD dengan keluhan nyeri pada bahu kanannya. Ia juga sebelumnya sudah melakukan penanganan awal yakni dengan mencuci luka nya tersebut. Setelah diperiksa, korban kemudian diberikan vaksin anti rabies (VAR) tahap I karena lukanya di tempat yang berisiko. Hanya saja, pihak keluarga masih belum mengetahui apakah anjing yang menggigit itu sudah divaksin atau belum.
Selanjutnya, bocah tersebut masih dalam tahap observasi sembari menunggu keadaan anjingnya. Saat ini petugas sedang melakukan tracking terhadap anjing yang dimaksud untuk diambil sampel otaknya dan kemudian diperiksa di BBVET Denpasar.
“Untuk yang di Marga, petugas kami masih penanganan di lapangan,” ucap singkat Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Tabanan, I Gde Eka Parta Ariana saat mendampingi Kadis Pertanian I Nyoman Budana, Senin (30/5/2022).
Budana menambahkan, sebelumnya pada 25 Mei 2022 lalu, seorang anak warga Banjar Lebah Desa Tista Kerambitan digigit anjing miliknya pada bagian tangan dan ujung jari. Dari keterangan orang tuanya, pada 15 Mei 2022 anjing miliknya tersebut sakit dengan gejala muntah darah dan diare darah. 22 Mei 2022 dia memanggil petugas untuk menangani anjing tersebut dan diobati. Namun pada 25 Mei justru anaknya jadi korban digigit anjing tersebut.
“Anaknya sudah mendapatkan penanganan, sementara anjing sudah dieliminasi dan sampel otaknya dibawa ke lab veteriner, ternyata positif terjangkit rabies,” jelas Budana.
Mencegah sekaligus mengantisipasi penularan lebih lanjut, pihaknya melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat untuk melakukan vaksinasi anjing di wilayah tersebut dan melakukan eliminasi selektif.
“Besok (Hari ini) disepakati dilakukan vaksinasi massal dan eliminasi selektif anjing. Tadi (kemarin) juga dilakukan vaksinasi lanjutan di Pupuan,” pungkasnya. (jon)








