
KUTA – Kantor Bea Cukai Ngurah Rai telah menerapkan sebuah inovasi baru di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Inovasi tersebut berupa Electronic Customs Declaration (E-CD), yang pada prinsipnya dapat memberikan kemudahan dalam pemeriksaan kepabeanan bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).
Pemanfaatan inovasi tersebut juga telah dirasakan secara langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Tepatnya pada Minggu (10/4/2022) malam, sepulangnya dari Australia menggunakan penerbangan Jetstar JQ37 rute SYD-DPS.
Menurut dia, E-CD adalah sebuah terobosan yang sangat baik dan sesuai arahan pemerintah, khususnya berkenaan dengan digitalisasi proses-proses dalam rangka memberikan kemudahan.
“Dari pengalaman saya, setiap kembali dari luar negeri, dahulu selalu mengisi form (Customs Declaration) secara manual terlebih dahulu, dan itu memakan waktu. Namun dengan adanya E-CD ini sangat efektif dalam memangkas waktu dan mempermudah proses kedatangan serta customs clearance-nya,” sebutnya.
Sementara itu, Plt Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Bagus Sulistijono mengatakan, inovasi tersebut dilahirkan semata-mata guna memberikan kenyamanan bagi PPLN yang masuk Indonesia melalui Bali. Selain itu juga sebagai bagian dari wujud nyata komitmen Bea Cukai Ngurah Rai, untuk ikut ambil bagian dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Khususnya melalui pemberian kemudahan dalam pemeriksaan kepabeanan bagi PPLN.
“Dengan E-CD, memungkinkan PPLN menyampaikan formulir Customs Declaration secara elektronik dan paperless sejak dua hari sebelum kedatangan, dengan mengakses cdbali.net,” katanya.
Lebih lanjut, mengutip siaran pers dari Kemenparekraf berangkatnya Menteri Sandi ke Australia adalah membawa misi meningkatkan aksesibilitas layanan penerbangan, guna mengantisipasi tingginya minat kunjungan wisatawan ke Bali. Maskapai dengan rute penerbangan dari beberapa negara yang menuju ke Australia (seperti Doha, Istanbul, dan Dubai), didorong untuk dapat transit di Bali terlebih dahulu. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong jumlah wisatawan mancanegara untuk mampir beberapa hari di Bali, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Australia.
“Ini nanti kita diskusikan dengan rekan-rekan Kementerian Perhubungan, apakah untuk waktu yang sangat krusial ini kami diperbolehkan, karena Bali sangat membutuhkan sekali,” ucap Menteri Sandi.
Dari hasil kunjungan selama sepekan di Australia, Menteri Sandi mengatakan bahwa minat masyarakat Australia untuk berwisata ke Bali sangatlah besar. Bahkan karenanya, dia meyakini target 1,4 juta kedatangan wisatawan Australia ke Indonesia dapat terpenuhi dalam beberapa periode ke depan.
“Saya melihat ini kebangkitan ada di depan mata kita, kepulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dan tentunya penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat,” sebutnya. (adi/jon)








