
TABANAN – Mahalnya minyak goreng (migor) kemasan, membuat sebagian besar masyarakat kini beralih ke minyak goreng curah. Pasalnya, harga minyak goreng curah jauh lebih murah. Akibatnya minyak goreng curah kini mulai langka di Tabanan. Bahkan pembeli harus rela antri di salah satu agen di Kota Tabanan.
Di salah satu agen minyak goreng curah toko Kurnia di jalan Gajah Mada Barat Tabanan, sejak pagi, warga sudah antri untuk mendapatkan minyak dengan membawa jerigen kecil. Mereka rela antri untuk mendapatkan 4,5 kilo atau 5 liter minyak goreng curah. Ini karena pedagang memang menjatah setiap orang hanya lima liter saja. Menjelang tengah hari, stok minyak sudah habis.
Pemilik Toko Kurnia Hendrata mengaku kalau pasokan minyak goreng curah dari agen utama star di Benoa memang terbatas. Sementara sebelumnya mendapatkan jatah sampai belasan ton.
“Sekarang jatahnya hanya 4,5 ton atau 5000 liter. Seberapa kami dapat segitu kami ambil,” ungkap Hendrata, Selasa (5/4).
Dikatakan, jatah yang didapat tidak tentu. Tidak setiap hari dirinya mendapatkan jatah minyak goreng curah tersebut.
“Sekarang tak tentu dapatnya, kalau sudah ditelepon baru kami ambil. Kalau gak di telpon berarti belum dapat jatah. Memang dari agennya seperti itu,” sebutnya.
Karena stok terbatas, pihaknya memang juga membatasi pembelian. Kalau sebelumnya bisa membeli 60 kilo kemudian turun menjadi 30 kilo, kini dibatasi hanya maksimal 4,5 kilo atau satu jerigen kecil.
“Pembelian terpaksa kami batasi hanya 4,5 ton atau lima liter saja, agar semuanya kebagian,” ucapnya.
Dia juga mengaku heran, karena stok yang diterima memang berkurang. Selain itu, permintaan justru semakin meningkat. Dia menduga karena harga minyak goreng kemasan sangat mahal, masyarakat sebagian besar beralih ke minyak goreng curah.
“Saya tidak tahu sampai kapan seperti ini,” ucapnya singkat.
Beberapa masyarakat nampak kecewa begitu tahu stok sudah habis. Namun seorang pegawainya menyebutkan kalau minyak datang pukul 14.00 WITA. Mereka hanya bisa diam begitu mendapatkan jawaban minyak belum ada.
Seorang ibu yang mengaku jualan di pasar senggol menyebutkan , dia kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng curah. Sebelumnya dia sering membeli eceran , namun kini sudah tidak ada.
“Saya beli sebanyak lima liter untuk satu minggu, biasanya saya beli eceran, tapi sekarang tidak ada lagi,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Tabanan, I Gusti Ngurah Agung Mantra menyebutkan, pihaknya terus melakukan survey langsung di pasar yang ada di Tabanan. Sejauh ini di pasaran stok minyak goreng curah mulai langka ditemukan. Kemungkinan, agen yang di Tabanan hanya mendapat sedikit pasokan.
Mengenai harga minyak goreng curah juga masih tinggi. Sesuai laporan hasil pantauan di lapangan, Senin 4 April 2022 harga di pasaran masih tinggi di angka Rp 19 Ribu Per Kilogram.
“Masih tinggi harga Rp 19 ribu di Pasar Kediri kemarin pagi. Mungkin agennya juga kekurangan pasokan. Sehingga sekarang terpantau agak langka,” jelasnya. (jon)








