
DENPASAR – Prestasi Bali tembus ranking 5 nasional pada PON XX/2020 yang dihelat tahun 2021 di Papua tak lepas juga dari figur Ketua Umum KONI Bali saat itu. Adalah Ketut Suwandi yang mampu mendongkrak ranking Bali di PON Papua naik satu tingkat dari ranking 6 saat di PON XIX/2016 di Jawa Barat. Sebelumnya Suwandi juga sempat mendongkrak posisi Bali dari ranking 9 di PON XVIII/2012 Riau menjadi ranking 6 di PON Jawa Barat.
Tak bisa dipungkiri ini merupakan sukses kepemimpinan Suwandi di KONI Bali dalam dua periode. Lantas apa pesan Suwandi kepada pengurus KONI anyar nantinya dalam menghadapi PON XXI/2024?
“Saya selalu bilang estafet yang saya berikan kepada rekan-rekan sudah diambil dengan kedudukan Bali di ranking 5 pada PON. Harapan saya teman-teman bekerja dengan mengambil titik dasarnya ranking 5 dan dari situ harus menggali semua potensi yang ada, juga semua permasalahan yang ada dan jangan sampai permasalahan itu dipakai alasan kegagalan.
Tapi rubahlah tantangan itu keluar kemudian menyusun perencanaan realistis sehingga kita tahu gol kita berapa,” ungkap Suwandi usai menerima penghargaan dari Gubernur Bali saat penyerahan bonus atlet peraih medali di PON Papua lalu berikut pelatih, di Rumah Dinas Gubernur Bali Jayasabha, Selasa (29/3/2022).
Disebutkannya, olahraga itu jangan dibuat diskrimasi seperti ini tidak boleh dan itu tidak boleh, karena olahraga itu sangat universal.
“Oleh karena itu baik pak Gubernur atau siapa saja silahkan saja entah pribadi silahkan saja bersama-sama membangun prestasi olahraga. Apalagi dengan undang-undang sekarang tidak ada dikotomi ini yang tidak boleh dan itu tidak boleh. Sekarang tidak ada pembatasan,” imbuh mantan Ketua Umum KONI Bali dua periode itu.
Dengan demikian lanjutnya, kekuatan-kekuatan yang ada dan kesempatan dan peluang semua dirangkul dan tidak menunggu banyak waktu g untuk hal-hal tidak perlu.
“Kerja. Pak Gubernur juga mengutarakan cepat disiapkan dan kerja. Saya tahu tantangan itu berat tapi kalau kita tahu bahwa itu berat maka apa yang harus diusahakan. Jangan ngomongin tidak mungkin tidak mungkin karena sudah kami berikan ini dimana posisi Bali di ranking 5. Dulu saya diberikan ranking 9 dan bertekad jika gagal saya akan mundur tapi astungkara hasil prestasi meningkat,” tandasnya.
“Saya sebenanya ingin menyampaikan testimoni bahwa ada hal penting ke depan. Kita sekarang tidak harus dengan banyak orang dari semua lapisan namun lebih baik sedikit orang tapi bekerja betul-betul dan produktif sekali,” pungkasnya. (ari/jon)








