
DENPASAR – KONI Bali sekarang ini selalu menjadi pembicaraan, akan selalu dihadang dengan tantangan berat terutama pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Itu tidak bisa dihindari karena di setiap helatan PON, tuan rumah penggelar multi even empat tahunan itu selalu berambisi tembus 5 besar. Pastinya ini juga akan terjadi di PON 2024.
Secara prediksi awal, daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah selalu langganan di 5 besar. Saat PON XIX/ 2016 di Jawa Barat, tuan rumah keluar menjadi juara umum dan di PON XX/2020 yang digelar tahun 2021 di Papua lalu, tuan rumah menyodok dari ranking 8 di PON Jawa Barat ke ranking 4.
Nah jika nantinya Aceh dan Sumut melenggang seperti itu saat menjadi tuan rumah, maka setidaknya bisa jadi posisi atau ranking 6 besar akan dihuni daerah tersebut seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah jika bangkit lagi di atas Bali, Papua jika masih dengan kekuatan sama akan ditambah lagi dengan dua tuan rumah yakni Aceh dan Sumut. Dengan demikian, maka Bali akan bisa di posisi 7, itupun jika mampu mengalahkan pesaingnya Kalimantan Timur (Kaltim).
Tapi semua itu hanya masih raba-raba dan hanya sebuah prediksi awal dan kasar saja. Bagaimanapun juga Bali masih bisa mengejar posisi lebih baik dengan mengedepankan pembinaan atlet-atlet berkualitas.
Ketua Umum terpilih di Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Bali lalu, IGN Oka Darmawan sangat jeli dengan akan mengutamakan pembinaan atlet berprestasi dan menjadi fokus utama saat mulai menjalankan tugasnya nanti.
“Ya kami juga akan tetap mengedepankan pembinaan atlet secara matang termasuk atlet-atlet muda penerus para seniornya. Karena itulah kami butuh sinergitas, komunikasi dan soliditas dengan pengprov cabang olahraga (cabor),” pungkas Oka Daramawan di KONI Bali, Senin (21/3/2022). (ari/jon)








