
TABANAN – Pemerintah menetapkan sampai 10 Maret, jumlah vaksinasi booster minimal 30 persen dari target sasaran. Tidak salah setiap kabupaten di Bali termasuk Tabanan bekerja mengejar target yang telah ditetapkan tersebut. Namun Tabanan sendiri bahkan mencapai target tersebut sebelum tenggat waktu yang ditetapkan. Capaiannya sebesar 32 persen.
Guna mencapai target tersebut, Dinas Kesehatan Tabanan bekerjasama dengan Polres Tabanan dan Kodim 1619/ Tabanan dan lainnya menggelar gebyar vaksinasi booster sejak beberapa hari lalu. Vaksinasi dilakukan berbasis banjar. Terbukti, hingga Rabu 9 Maret, total sasaran yang sudah mendapatkan vaksinasi booster sebesar 32 persen dari target 30 persen oleh Provinsi Bali.
“Total, sudah ada 108 ribu orang warga Tabanan yang telah menjalani vaksinasi booster,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan dr. I Nyoman Susila, Kamis (10/3/2022).
Pihaknya bersama seluruh stakeholder yang ada bekerja keras melakukan gebyar vaksin berbasis banjar, untuk mempercepat pencapaian target minimal 30 persen sampai 10 Maret sesuai yang ditetapkan provinsi Bali. Bersyukur, sebelum tenggat waktu yang ditetapkan provinsi, Tabanan sudah bisa mencapainya. “Sejak awal pekan lalu kami menggeber pelaksanaannya dan targetnya sudah kami capai per kemarin (9 Maret) sudah di angka 32 persen,” ungkap Plt. Dirut RSUD Tabanan ini.
Dikatakan, dari total target sasaran booster 338.496 orang sesuai target vaksinasi tahap I dan II, sampai dengan data per 9 Maret 2022, petugas telah memberikan layanan vaksinasi kepada 108.308 orang Tabanan. Pihaknya akan terus melakukan pelaksanaan vaksinasi booster ini untuk mengejar target yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Dengan capaian vaksinasi booster ini, untuk mendukung target herd immunity (kekebalan komunal),” jelasnya.
Kemudian mengenai tahapannya kedepan masih sama yakni seluruh petugas medis yang tergabung dalam tim vaksinator untuk vaksinasi booster ini berbasis kecamatan, desa dan banjar. Termasuk untuk mereka yang belum vaksinasi tahap I dan II. Setiap hari petugas terus melakukan vaksinasi.
“Sistem kerja kami adalah gotong royong, artinya bersama-sama bekerja untuk mempercepat proses vaksinasi ini agar mencapai target. (jon)








