
DENPASAR – Tiga Negara yakni Vietnam, Thailand dan Filipina nampaknya bakal menjadi sandungan para judoka putra dan putri Bali yang kini menghuni Pelatnas, saat kiprah di SEA Games (SEAG). Hal itu menjadi pertimbangan tersendiri yang harus diwaspadai.Hal itu ditekankan Ketua I Pengprov PJSI Bali Nengah Sudiartha.
Menurutnya, peta kekuatan lawan saat ini yakni 3 negara itu. Karena banyak pejudo naturalisasi yang didatangkan ke 3 negara tersebut. Karena itulah, judoka Bali para peraih tiga medali emas saat SEAG Filipina 2019 lalu agar tidak lengah.
“Kemungkinan pertama, Vietnam akan menggunakan regulasi kelas Internasional dimana pejudo yang memiliki kelas spesialisasi berbeda dapat digabung kedalam satu kelas. Kemungkinan kedua, judoka Bali tetap dapat tampil sesuai kelas spesialisasi mereka masing-masing sama seperti regulasi yang digunakan di Sea Games Filipina lalu,” jelasnya, Kamis (27/1/2022).
Sementara untuk persiapan di Pelatnas sendiri, diakui salah seorang judoka putri Bali Ni Kadek Anny Pandini saat dihubungi. Judoka spesialisasi kelas -57 kg putri itu mengutarakan, dengan waktu gelaran SEAG yang kian mepet di Mei mendatang, latihan pejudo semakin berat dan fokus pada persiapan khusus.
“Programnya lebih meningkat lagi, lebih dikhususkan untuk cabor judo. Semua latihan fisiknya tentang judo, sudah tidak persiapan umum lagi. Programnya semakin berat dan waktu latihannya makin banyak, jadi saya harus benar-benar memanfaatkan waktu saat istirahat,” ujarnya.
Judoka peraih medali emas SEAG 2015 dan 2019 itu mengakui, saat ini lawan-lawan yang dihadapi cukup berat. Sehingga dirinya tidak mau lengah dengan memandang remeh musuh yang akan dihadapi. (ari/jon)








