
DENPASAR – Ditengah hamparan pandemi Covid -19 sekarang ini, KONI Kabupaten Bangli memproyeksikan hanya sekitar 150 lebih atlet yang nantinya diturunkan pada Porprov Bali XV/2022. Jumlah itu lebih sedikit dibanding ketika KONI Bangli menurunkan 375 atlet dari 24 cabang olahraga (cabor) pada Porprov Bali XIV/2019 silam di Tabanan.
Seperti diutarakan Ketua Umum KONI Bangli Menurut Sang Kompyang Suarjaksa, pengurangan jumlah itu karena menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Waktu Porprov di Tabanan, KONI Bangli diberi anggaran Rp 6,1 Miliar. Sementara untuk Porprov Bali 2022 hanya diberikan anggaran Rp 3 Miliar.
Ditambahkan, dengan perubahan anggaran yang diterima menurun, maka otomatis membuat pengiriman atlet lebih selektif. Konsekwensinya, KONI Bangli fokus mengirimkan atlet unggulan dan memiliki potensi medali saja dikirim ke ajang Porprov Bali.
“Kami akan adakan penjaringan atlet untuk menuju Porprov Baliyang potensi medali saja dikirim,” tegas Sang Kompyang Suarjaksa saat dihubungi, Rabu (26/1/2022).
Dirinya juga tidak mempermasalahkan, soal jumlah atlet yang minim, terpenting prestasi tidak menurun. Apalagi dari pengalaman PON XX 2020 di Papua. KONI Bangli memiliki 8 atlet bergabung dengan Kontingen Bali. Dan atlet-atlet tersebut semuanya mempersembahkan medali buat Bali.
Dengan demikian, pengalaman pada PON Papua lalu dasar yang digunakan dalam mempersiapkan atlet Bangli di ajang Porprov Bali nantinya. Itu karena semua atlet mampu merealisasikan target medali.
“Saya juga konsisten belajar dari KONI Bali, selama ini selalu orientasi medali ketika turun di ajang nasional, jadi lebih efektif semua atlet yang diturunkan berhasil merealisasikan medali,” pungkas Sang Kompyang Suarjaksa. (ari/jon)








