
TABANAN – Meski kasus Covid-19 di Tabanan masih landai, namun Pemkab Tabanan mulai siaga dengan adanya tren peningkatan kasus di Indonesia. Mengantisipasi lonjakan kasus, Tabanan sudah menyiapkan lokasi isolasi terintegrasi (isoter), juga rumah sakit.
Sekretaris Satgas Covid-19 Tabanan I Gede Susila ketika dikonfirmasi mengatakan sesuai dengan Menteri Kesehatan RI, pihaknya mulai melakukan langkah antisipasi kalau terjadi lonjakan kasus di Tabanan termasuk daroi varian omicron. Meski sejauh ini, masih landai, namun Tabana tetap melakuka antispasi termasuk penyiapan lokasi isoter.
“Menteri kesehatan memang masih membolehkan adanya isolasi mandiri (isoman), tapi kami juga menyiapkan dua lokasi untuk isoter,” ungkap Gede Susila , Selasa (25/1/2022).
Sekda Tabanan ini menjelaskan, isoman diperbolehkan selama memenuhi standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI. Syarat yang diwajibakan yakni , yang bersangkutan tidak ada gejala. Lokasi Isoman jauh dari lokasi interaksi dengan banyak orang dan dipastikan tidak menyebarkan ke orang lainnya di sekitarnya.
“Kalau persyaratan itu dipenuhi, boleh dilakukan isoman dengan pengawasan ketat Satgas, sesuai arahan menteri kesehatan,” jelasnya.
Dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus , pihaknya juga telah menyiapkan dua lokasi untuk isoter. Berdasarkan suervey yang dilakukan timgabungan baik Polres Tabanan, Kodim 1619/Tabananm, Dinas Kesehtan dna anggoat lainnya, ada dua lokasi yang disipkan untuk lokasi isoter. Dua lokasi tersebut yakni Hotel Tabanan dengan kapasitas 20 tempat tidur dan wisma pramuka di Margarana 26 tempat tidur.
“Itu dua lokasi Isoter yang disiapkan, sesuai dengan kemampuan daerah,” sebut mantan Kadis Pendidikan ini.
Selain itu, pihaknya juga sudah mengumpulkan seluruh pimpinan rumah sakit di Tabanan baik negeri maupun swasta, untuk siaga ruang perawatan pasien covid-19 yang bergejala berat. Termasuk penyiapan kamar rawat, obat-obatan, oksigen dan tenaga kesehatan.
“Sesuai arahan Bupati, semuanya sudah disiapkan untuk antisipasi,” tandasnya.
Ditanya soal kasus, Gede Susila mengaku dalam empat hari terakhir, jumlahnya naik turun mulai dari 8 kasus, 8 kasus, turun menjadi kasus dna naik lagi 4 kasus.
“Kasusnya masih naik turun, namun belum ada yang terpapar varian omicron,” ucapnya.
Selain langkah yang dilakukan pemerintah, pihaknya kembali mengimbau seluruh masyarakat Tabanan untuk disiplin menerapna prokes termausk menghindari kerumuman, kegiatan upacara adat dibatasi, karena Tabanan masih masuk PPKM level 2 .
“Pedomani itu sebagai panduan agar kita selamat. Terpenting, segera vaksinasi termasuk untuk yang booster. Kalau sudah boleh vaksin segera vaksin jangan tunda lagi, untuk menjaga imum dan keselamatan kita semua serta kembali aktifkan Satgas gotong royong di setiap desa,” pungkasnya. (jon)








