
DENPASAR – Ketua Umum KONI Bali anyar nantinya, bakal dibayang-bayangi 2 host atau tuan rumah PON XXI/2024 yakni Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Hal ini memang akan membuat tugas berat Ketua KONI Bali untuk periode 2022 – 2026 mendatang. Pasalnya setiap PON selalu tuan rumah masuk di papan peringkat atas.
Kondisi dan situasi itu digambarkan Ketua Umum KONI Bangli, Sang Kompyang Suarjaksa. Menurutnya, Aceh dan Sumut pastinya juga akan menyodok peringkat dari dibawah Bali di PON Papua akan menggeser Bali. Termasuk juga Jawa Tengah (Jateng) jika bangkit lebih bagus lagi di PON 2024.
“Ketua Umum anyar pengganti Pak Suwandi nantinya dihadapkan pada kondisi sulit untuk mempertahankan posisi 5 besar. Jadi siapapun penggantinya harus benar-benar ekstra kerja keras dalam membina atlet menuju PON,” tutur Sang Kompyang Suarjaksa, Senin (17/1/2022).
Menurutnya, pertimbangan sulit pertahankan peringkat karena host 2 provinsi berbeda.
Disebutkan Sang Kompyang Suarjaksa, berbekal pengalaman saat PON XIX 2016 lalu di Jawa Barat. Waktu itu posisi Provinsi Papua masih berada di bawah Bali. Namun, ketika Papua menjadi tuan rumah, posisinya langsung naik drastis bercokol di peringkat 4 besar klasemen akhir.
Posisi taun rumah Papua langsung menyalip Bali, padahal selama ini kalau bertanding di tempat netral, peringkat Papua selalu berada di bawah Bali. Hal demikian juga diyakini akan potensi terjadi di PON XXI 2024 di Sumut dan Aceh.
Dia yakin tuan rumah akan berupaya untuk naik ke papan atas menggeser daerah lainnya yang selama ini menempati posisi tersebut. Sehingga posisi Bali juga diyakini akan rawan digeser di posisi 5 besar.
“Dua daerah sebagai tuan rumah PON, akan menjadi tantangan berat untuk Bali,” pungkas Sang Kompyang Suarjaksa. (ari/jon)








