
TABANAN – Setelah atapnya ambruk beberapa waktu dan kondisi bangunan gedung kantor LPSE termasuk ruang Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) di bagian selatan sudah rata dengan tanah, setelah asetnya dihapuskan.
Pantauan di lokasi, Senin (20/12/2021), seluruh bangunan gedung Kantor LPSE dan sejumlah organisasi kewanitaan di Kabupaten Tabanan sudah rata dengan tanah. Tidak ada bekas bangunan lagi di lokasi yang berada di belakang gedung kantor Bagian Prokopim Setda Tabanan ini.
Informasi yang berhasil dihimpun, pembongkaran bangunan tersebut dilakukan sejak sabtu (18/12/2021) dan Minggu (19/12/2021). Beberapa barang yang tersisa ditaruh di pinggir bangunan sebelah barat yang kini ditempati LPSE. Sampai Senin kemarin seluruh bangunan sudah rata dengan tanah.
“Kayaknya dibongkar sejak Sabtu lalu,” ujar salah satu staf Pemkab Tabanan di lokasi.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabanan I Wayan Kotio ketika dikonfirmasi terpisah membenarkan dengan pembongkaran bangunan tua tersebut. Dia mengaku tidak tahu persis mulai pembongkaran.
“Ya, sudah dibongkar, kayaknya sejak Sabtu lalu,” ucapnya.
Dijelaskan, pembongkaran bangunan tersebut, karena status asetnya sudah dihapuskan sehingga bisa dibongkar. Penghapusan aset tersebut telah diawali dengan appraisal atau penilaian oleh bidang aset.
“Sudah dihapuskan dan sudah ada penilaian, detailnya saya kurang tahu. Itu di bagian aset,” jelasnya.
Seperti diketahui, atap gedung Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di areal Kantor Bupati Tabanan ambruk Minggu (21/11/2021) saat hujan melanda. Belum diketahui pasti penyebabnya. Sampai sore kemarin proses evakuasi berkas-berkas yang tersimpan. Termasuk peralatan komputer yang dipakai rekanan saat melakukan penawaran. Beruntung server LPSE sudah dipindah ke Kominfo.








