
BADUNG – Ketua Umum KONI Badung sebelumnya, Made Nariana, kembali memimpin induk organisasi olahraga di Kabupaten Badung itu untuk periode 2021 – 2025, setelah terpilih aklamasi untuk periode II pada Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Badung yang berjalan kilat dan lancar di Gedung DPRD Badung Jumat, (10/12/2021).
Sementara itu, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat membuka Musorkab mengapresiasi kinerja kepengurusan KONI Badung sebelumnya bahkan dengan tegas mengamanatkan dalam pemilihan kali ini agar dilakukan secara aklamasi.
“Kalau kita sudah bersatu saya pikir cukup. Kalau periode sudah habis pastinya ada pemilihan lagi. Pemilihannya kalau bisa secara aklamasi apalagi pengurus lama memang berprestasi. Menurut saya, pengurus KONI yang sekarang ini bagus dan luar biasa, itu bagi saya,” tutur Bupati Giri Prasta.
Pejabat nomor 1 di Pemkab Badung itu juga mewajibkan insan olahraga Badung untuk mempertahankan prestasi sebagai Juara Umum sembilan kali berturut-turut di arena Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) Bali 2022.
“Ini saatnya kita evaluasi dan cabor-cabor mana yang sudah berprestasi wajib hukumnya dipertahankan serta kalau di setiap Porprov ada cabor tidak pernah mendapatkan medali, inilah saatnya kita evaluasi. Ini harapan saya,” harap Giri Prasta.
Bupati Nyoman Giri Prasta mengakui akibat gempuran covid-19, rencana membangun venue bertaraf Nasional dan Internasional di seluruh kecamatan menjadi tertunda. Namun bila kondisi perekonomian sudah mulai pulih, rencana tersebut akan segera direalisasikan.
Sementara itu Ketua Umum terpilih Made Nariana mengaku bersyukur dan terharu dengan kepercayaan yang diberikan Bupati Badung dan seluruh insan olahraga di Badung.
“Terima kasih atas kepercayaan ini. Meski usia saya sudah 72 tahun, namun dengan kepercayaan ini, saya wakafkan hidup saya untuk membangun olahraga di Badung, demi mempertahankan Badung sembilan kali berturut-turut Juara Umum Porprov Bali,” tegasnya.
Made Nariana lebih lanjut mengatakan PR ke depan bagi Badung selain mencetak atlet berprestasi juga membina wasit dan juri olahraga berkaliber Nasional dan Internasional. Seringkali dalam olahraga non terukur, Badung sering dirugikan dengan adanya unsur subyektifitas karena tidak ada juri ataupun wasit dari Badung yang terlibat menilai penampilan atlet. (ari/jon)








