
KUTA – Pandemi Covid-19 berkepanjangan telah membawa dampak signifikan hampir di seluruh sektor usaha. Bahkan karenanya, tidak sedikit pelaku bisnis di bidang perhotelan, dengan terpaksa menutup sementara usahanya.
Namun itu tidaklah berlaku bagi The Vira Bali Boutique Hotel & Suite. Akomodasi wisata yang dioperatori AWANNGROUP itu tetap bertahan, tanpa pernah memberhentikan operasionalnya. Dan bahkan, secara persisten dan konsisten berupaya mengembalikan kepercayaan para tamu khususnya pasar domestik, dengan tidak berdiam diri selama pandemi. Pandemi dilihat sebagai sebuah opportunity, dalam rangka menyelesaikan program hotel major renovation.
Kini, renovasi yang dilaksanakan tersebut telah terselesaikan. Dan kemudian itu dilanjutkan re-opening ceremony bertema ‘Bali Bangkit, Cahaya Vira’ dalam rangka membangkitkan kembali semangat para pekerja pariwisata Bali di tengah pandemi, Selasa (7/12/2021).
“Kegiatan pariwisata dan jumlah wisatawan di Bali selama dua tahun terakhir memang menurun drastis. Tetapi kami tetap optimis untuk membangkitkan kembali keadaan pariwisata Bali dengan memastikan protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat dan meningkatkan standar kebersihan hotel,” sebut General Manager The Vira Bali Boutique Hotel & Suite Puri Angelina, di sela acara re-opening.
Bukan hanya itu, The Vira Bali Boutique Hotel & Suite kini juga dilengkapi dengan sebuah tempat kuliner nyaman dan kekinian yang bertajuk WAGA Restaurant. Outlet kedua setelah Semarang itu ditempatkan tepat pada lantai dasar The Vira Bali Boutique Hotel & Suite.
“Animo dari para tamu sangat baik saat kami memperkenalkan konsep unik milik WAGA Restaurant di Semarang area. Segenap management mencoba mengadopsi konsep tersebut dan cita rasa dari Chef andalan kami ini ke Bali. Selain sebagai fasilitas penunjang property, harapan kedepannya adalah dengan semangat yang kami berikan, semoga Bali segera bangkit melalui cahaya Vira,” sebut Presiden Direktur AWANNGROUP Albert Dwijaya.
Meski masih dalam suasana pandemi, Albert mengaku cukup optimis terhadap perkembangan pariwisata ke depan. Optimisme itu muncul, menyusul dibukanya pariwisata internasional pada Oktober lalu.
“Melihat perkembangan kondisi, memang masih terbilang tidak menentu. Tapi kami berkeyakinan, ada titik cerah pada akhir tahun ini,” ucapnya.
Secercah harapan itu katanya sudah sempat dirasakan sejak dua pekan terakhir. Namun ketika disusul adanya informasi soal penerapan PPKM Level 3, situasi kembali terpuruk. Karena mulai ada pembatalan pesanan hotel di momen Natal hingga Tahun Baru (Nataru), yang jumlahnya mencapai puluhan.
“Tapi terkait adanya kabar batalnya penerapan PPKM Level III, mungkin dalam sisa waktu ini kita bisa dapatkan market domestik kembali. Tidak muluk-muluk, target okupansi kita pada momen Nataru nanti mencapai angka 40% ke atas. Itu kami rasa sudah cukup untuk di tahun ini,” ucapnya sembari menyebut dalam menyusul re-opening sekaligus menyambut momen Nataru, The Vira Bali Boutique Hotel & Suite sudah mempekerjakan para pekerjanya secara penuh.
“Harapan kita, di akhir tahun ini mereka sudah kembali seperti di tahun 2019,” sambungnya.
Di samping itu, Albert juga mengatakan bahwa gelaran festival adalah salah satu langkah yang memungkinkan untuk dilaksanakan, dalam rangka membangkitkan kembali pariwisata di tengah pandemi. Pastinya dengan catatan, tetap secara disiplin menerapkan protokol kesehatan cegah penyebaran Covid-19.
“Seperti yang belum lama ini kami laksanakan di Semarang bersama 1.300 pelaku usaha, yang nilai transaksinya berhasil mencapai Rp 308 miliar. Itu tentu bukan angka yang kecil,” tambahnya. (adi/jon)








